MAMUJU TENGAH — Operasi hunting yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Mamuju Tengah berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga 13.00 Wita. Petugas tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga membagikan brosur imbauan keselamatan berkendara kepada masyarakat.
Personel yang diterjunkan dalam patroli itu antara lain BRIPKA Sarbini selaku Ps Kanit Turjawali, BRIPTU Ridwan Ali, BRIPTU Syahid, BRIPDA Putra, dan BRIPDA Asrar. Mereka berpatroli di titik-titik rawan pelanggaran di jalan lintas provinsi tersebut.
Kasat Lantas Polres Mamuju Tengah IPTU Bambang Hermiady menyebut, langkah preventif ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam melindungi masyarakat. Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan patroli.
Pendekatan Humanis Jadi Andalan
Dalam operasi itu, petugas mengedepankan teguran tertulis dan dialog langsung dengan pengendara. Mereka juga mengarahkan warga yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) agar segera mengurusnya sesuai ketentuan.
“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para pengguna jalan semakin sadar bahwa disiplin berlalu lintas adalah kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” ujar Kasat Lantas IPTU Bambang Hermiady.
Fokus pada Pelanggaran Helm dan Over Loading
Patroli menyasar dua jenis pelanggaran utama: pengendara yang tidak menggunakan helm keselamatan dan kendaraan dengan muatan berlebih (over loading). Kedua pelanggaran ini dinilai menjadi penyebab utama kecelakaan di ruas Jalan Trans Sulawesi.
Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno melalui Kasat Lantas memberikan apresiasi atas pelaksanaan patroli tersebut. Ia menekankan pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
Sat Lantas Polres Mamuju Tengah berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik melalui patroli, edukasi, dan pengawasan lalu lintas. Situasi selama operasi berlangsung aman, tertib, dan lancar.