SULAWESI BARAT — Ajang balap motor paling bergengsi di dunia akan kembali digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada 2026. Menyadari skala event yang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, ITDC tidak ingin kecolongan di sektor non-teknis. Salah satu yang paling krusial adalah koordinasi lintas institusi, terutama dengan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB).
Dalam pertemuan teknis yang digelar di Mataram, manajemen ITDC dan MGPA memaparkan kebutuhan operasional yang harus didukung penuh oleh aparat keamanan. Pembahasan tidak hanya sebatas pengamanan VIP dan marshal, tetapi juga mencakup rekayasa arus kendaraan menuju kawasan sirkuit. Pasalnya, pada gelaran tahun lalu, kepadatan di jalur Kuta menuju sirkuit sempat menjadi keluhan utama penonton.
Skema Keamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Polda NTB sendiri telah menyiapkan personel gabungan yang akan diterjunkan selama rangkaian balapan berlangsung. Meski detail jumlah personel belum diumumkan secara resmi, pihak kepolisian memastikan pengamanan akan diperketat di titik-titik rawan kemacetan dan area parkir penonton.
ITDC menekankan bahwa kesuksesan event bukan hanya diukur dari catatan waktu pembalap di lintasan. "Kenyamanan penonton saat datang dan pulang adalah prioritas utama. Kami ingin memastikan pengalaman terbaik, tidak hanya saat balapan berlangsung, tapi juga saat mereka berada di luar sirkuit," ujar perwakilan manajemen ITDC dalam paparannya.
Koordinasi ini juga menyentuh aspek digitalisasi tiket dan integrasi transportasi publik. Tahun ini, manajemen berencana memperbanyak shuttle bus dari Bandara Internasional Lombok dan pelabuhan. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan penonton pada kendaraan pribadi yang kerap memicu kemacetan panjang di jalan provinsi.
Dampak Ekonomi dan Kesiapan Infrastruktur
Gelaran MotoGP selalu menjadi momentum besar bagi perekonomian NTB. Tingkat okupansi hotel di Mandalika dan sekitarnya biasanya melonjak hingga 90 persen pada pekan balapan. Tak hanya penginapan, sektor UMKM kuliner dan transportasi lokal juga kebanjiran pesanan.
Untuk mendukung itu semua, ITDC memastikan kesiapan suplai listrik dan air bersih di kawasan The Mandalika. Perbaikan trotoar dan penerangan jalan juga menjadi bagian dari pekerjaan rumah yang harus tuntas sebelum musim balap dimulai. Pengecekan homologasi lintasan oleh Dorna Sports, selaku pemegang hak komersial, dijadwalkan berlangsung beberapa bulan sebelum hari-H.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sendiri direncanakan berlangsung pada kuartal pertama tahun depan. Tiket resmi akan mulai dijual melalui kanal digital yang bekerja sama dengan bank BUMN, memberikan kemudahan akses bagi calon penonton dari seluruh Indonesia.
Dengan persiapan yang lebih matang sejak dini, harapannya gelaran tahun depan bisa berjalan lebih mulus dibanding edisi sebelumnya. Mandalika tidak hanya menawarkan sirkuit dengan pemandangan pantai, tetapi juga standar penyelenggaraan kelas dunia yang siap bersaing dengan seri balapan lain di Asia.