Pencarian

Tesla Digugat Rp 160 Miliar Usai Test Drive Model Y Celaka, Mode Insane dan Prosedur Dealer Jadi Sorotan

Minggu, 02 Agustus 2026 • 03:03:01 WIB
Tesla Digugat Rp 160 Miliar Usai Test Drive Model Y Celaka, Mode Insane dan Prosedur Dealer Jadi Sorotan
Seorang penggugat mengajukan tuntutan hukum terhadap Tesla atas kecelakaan saat test drive Model Y di Amerika Serikat.

SULAWESI BARAT — Alemzewd Lawgalet (59) mengalami kecelakaan saat mencoba Tesla Model Y di Amerika Serikat. Dalam berkas gugatan yang diajukan ke pengadilan federal, Lawgalet menuding staf dealer Tesla menempatkan SUV listrik tersebut ke mode akselerasi tercepat—dikenal dengan sebutan 'Insane'—tanpa memberitahunya terlebih dahulu.

Padahal, Lawgalet mengaku belum pernah mengendarai mobil listrik sama sekali. Ia bahkan sempat menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada karyawan toko Tesla. Alih-alih mendapat penjelasan, ia justru diyakinkan bahwa kendaraan listrik "beroperasi sama seperti mobil bensin".

Kronologi Kecelakaan: Rem Regeneratif Hingga Kehilangan Kendali

Peristiwa bermula ketika Lawgalet mencoba test drive Model Y dan melaju di Interstate 395. Ia mengaku kaget dengan perilaku pengereman regeneratif (regenerative braking) yang terasa asing. Karena takut ada yang salah dengan mobil tersebut, ia memutuskan mengakhiri sesi uji kendara lebih awal.

Kejadian nahas justru terjadi setelah keluar dari jalan tol. Saat berhenti di lampu merah dan kembali menginjak pedal gas, mobil "meluncur ke depan dengan kecepatan dan tenaga ekstrem dibandingkan tekanan yang diberikan pada pedal akselerator," demikian tertuang dalam gugatan. Lawgalet kehilangan kendali dan menghantam bagian depan sebuah salon kecantikan di dekat lokasi.

Dampak Cedera dan Kerugian yang Dialami Penggugat

Akibat kecelakaan tersebut, Lawgalet mengaku menderita cedera tubuh permanen yang serius. Dalam dokumen gugatan disebutkan korban mengalami rasa sakit fisik dan mental yang berkepanjangan, kehilangan kemampuan menjalani fungsi normal kehidupan, serta kehilangan pendapatan.

"Sebagai akibat langsung dari kecelakaan itu, Penggugat menderita cedera tubuh yang serius dan permanen, yang telah menyebabkan dan akan terus menyebabkan rasa sakit dan penderitaan fisik serta mental," bunyi pernyataan dalam gugatan tersebut.

Selain tuntutan ganti rugi kompensasi sebesar USD 10 juta atau lebih, Lawgalet juga menuntut denda hukuman tambahan sebesar USD 350.000. Angka tersebut diminta atas dasar tuduhan "kecerobohan" dan "tindakan semena-mena" yang dilakukan Tesla, serta "pengabaian secara sadar terhadap kesehatan dan keselamatan orang lain."

Sanggahan: Mode Insane dan Kemampuan Akselerasi Model Y

Mode 'Insane' yang dimaksud dalam gugatan merupakan salah satu opsi berkendara yang disediakan Tesla. Pada Model Y yang dipakai untuk test drive, mode ini memungkinkan mobil melesat dari 0-60 mil per jam (sekitar 0-96 km/jam) hanya dalam 3,3 detik. Akselerasi secepat itu jelas berbeda jauh dengan karakter mobil konvensional yang biasa dikendarai Lawgalet.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Tesla belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan tersebut. Juru bicara perusahaan bungkam saat dimintai konfirmasi oleh media. Sementara itu, proses hukum akan berlanjut di pengadilan federal dan menjadi sorotan karena menyangkut prosedur keamanan test drive kendaraan berperforma tinggi.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: roadandtrack.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks