Pencarian

Waspada Anemia saat Hamil, Ini Sayur dan Buah Penambah Darah Alami

Senin, 10 Agustus 2026 • 23:17:01 WIB
Waspada Anemia saat Hamil, Ini Sayur dan Buah Penambah Darah Alami
Buah dan sayur penambah darah untuk ibu hamil. (Foto: NET)

SULAWESI BARAT - Anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil perlu diwaspadai karena bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, bahkan berisiko memicu komplikasi seperti keguguran atau perdarahan pascamelahirkan.

Salah satu penyebab utama anemia saat hamil adalah kekurangan zat besi. Karena itu, mengonsumsi buah dan sayur kaya zat besi jadi langkah penting menjaga kadar hemoglobin tetap stabil.

Tanda Ibu Hamil Kekurangan Darah

Sejumlah gejala yang perlu diwaspadai: tubuh cepat lelah dan lemas meski tak banyak beraktivitas, sering kedinginan tanpa sebab jelas, napas pendek atau sesak, kepala pusing atau berputar (vertigo), kulit pucat, kering, atau mudah memar, detak jantung lebih cepat dari biasanya, sulit fokus, serta dada terasa nyeri.

Gejala tambahan yang bisa muncul: gatal di beberapa bagian tubuh, perubahan indera perasa, rambut mudah rontok, telinga berdenging, dan luka seperti sariawan di sudut bibir.

Karena gejala awal sering tidak spesifik, pemeriksaan rutin termasuk tes darah lengkap sangat dianjurkan untuk memastikan kadar hemoglobin tetap normal.

Delapan Sayuran Penambah Darah

Zat besi terbagi jadi dua jenis: heme (dari produk hewani, lebih mudah diserap) dan non-heme (dari sayuran dan buah, penyerapannya lebih rendah tapi tetap kaya vitamin, mineral, dan serat).

Bayam mengandung sekitar 6,4 mg zat besi per porsi, cocok ditumis bawang putih atau dicampur telur. Brokoli menyumbang sekitar 1 mg zat besi per mangkuk plus vitamin C — meski aromanya bisa mengganggu ibu hamil yang sedang mual pagi hari. Asparagus cocok diolah jadi sup hangat, ditambah biji wijen untuk nutrisi dan rasa lebih gurih. Kale mengandung zat besi, kalsium, dan vitamin C, sekaligus membantu mencegah sembelit dan memperkuat sistem imun. Pakchoy menyumbang sekitar 1,8 mg zat besi per cangkir setelah dimasak, mudah diolah jadi tumisan, kukusan, atau sup.

Buah Penambah Darah Selain Sayuran

Jus buah naga mengandung zat besi dan vitamin C yang bekerja sinergis, plus antioksidan untuk daya tahan tubuh. Kurma kering jadi sumber zat besi alami sekaligus energi dari fruktosa, cocok jadi camilan pengusir lelah. Jus apel dan delima — apel kaya zat besi, vitamin, dan mineral, sementara delima mengandung zat besi, kalsium, serat, dan protein yang meningkatkan hemoglobin dan sirkulasi darah.

Bit (beetroot) efektif menaikkan Hb berkat zat besi, asam folat, kalium, dan serat — minum jus bit harian, bisa ditambah perasan jeruk. Pisang jadi sumber asam folat alami yang membentuk sel darah merah. Jeruk menyediakan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi. Stroberi kaya vitamin C dan zat besi sekaligus. Semangka mengandung sekitar 0,4 mg zat besi per porsi plus vitamin C. Kismis kaya zat besi, vitamin B, dan tembaga — rendam semalaman dan makan pagi harinya saat perut kosong untuk penyerapan antioksidan lebih baik.

Aprikot kering membantu menaikkan Hb, jus aprikot rutin bisa mengatasi kekurangan darah. Zaitun mengandung sekitar 3,3 mg zat besi dalam empat butir kecil, plus omega-3 dan vitamin A. Prune (plum kering) mengandung 3,02 mg zat besi dan 10,5 mg vitamin C per gelas jus, selain melancarkan pencernaan. Anggur, terutama varietas hitam, kaya zat besi, vitamin C, dan antioksidan pembentuk hemoglobin.

Menggabungkan berbagai sayur dan buah di atas dalam menu harian dapat membantu menjaga kadar hemoglobin, memberi energi, sekaligus mendukung tumbuh kembang janin sepanjang kehamilan.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks