Pencarian

Pola Asuh Anak Lintas Negara: Kisah Acha Septriasa Jalani Co-parenting Indonesia-Australia

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 11:46:17 WIB
Pola Asuh Anak Lintas Negara: Kisah Acha Septriasa Jalani Co-parenting Indonesia-Australia
Aktris Acha Septriasa menjalani pola asuh bersama atau co-parenting dengan mantan suaminya di Indonesia dan Australia.

SULAWESI BARAT — Sejak resmi berpisah dari Vicky Kharisma pada Mei 2025, Acha Septriasa harus menjalani peran sebagai orang tua jarak jauh. Sang putri tinggal bersama ayahnya di Australia, sementara Acha tetap menjalani kesibukan kariernya di Jakarta. Konsekuensinya, aktris berusia 36 tahun ini harus bolak-balik Indonesia-Australia demi bertemu buah hatinya.

Momen liburan terbaru yang dijalaninya bersama Bridgia menjadi salah satu cara Acha memperkuat ikatan dengan anaknya. Lewat unggahan Instagram, ia menuliskan curahan hati tentang perjalanan pengasuhan yang tidak mudah ini.

Waktu Bersama yang Berharga di Tengah Keterbatasan

Dalam unggahannya, Acha mengakui bahwa pola asuh bersama atau co-parenting di dua negara mengajarkannya banyak hal. "Co-parenting di dua negara telah mengajarkanku bahwa waktu bersama itu sangat berharga, dan cinta tidak mengenal jarak," tulisnya.

Pernyataan ini muncul dari pengalaman pahit yang ia rasakan langsung. "Keputusan pengasuhan hari ini tidak mudah untuk diterima, dan tidak bisa memeluk putriku membuat hatiku hancur. Tapi perjalanan ini menuntut kesabaran, kekuatan, dan keteguhan hati," curhatnya.

Meski berat, Acha memilih untuk fokus pada kualitas pertemuan yang ada. Setiap momen liburan bersama Bridgia dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun kedekatan dan menciptakan kenangan baru.

Komitmen Menjaga Rasa Aman dan Stabil untuk Anak

Menjadi orang tua tunggal jarak jauh bukan tanpa tantangan. Namun Acha menegaskan komitmennya untuk terus memberikan yang terbaik bagi putrinya. "Aku berjuang setiap hari untuk menciptakan kehidupan yang aman dan stabil bagi kita," ungkapnya.

Baginya, stabilitas emosional anak menjadi prioritas utama. Ia menyadari bahwa perceraian orang tua bukan akhir dari tanggung jawab pengasuhan, melainkan awal dari pola kerja sama baru demi tumbuh kembang anak.

Acha juga menyimpan harapan besar untuk bisa berkumpul kembali dengan sang buah hati. "Semua yang kulakukan adalah untukmu, dan aku berjanji—kita akan bersama lagi. Waktu yang akan menjawab. Selalu lebih kuat bersama," tulisnya penuh keyakinan.

Pelajaran untuk Orang Tua yang Menjalani Hubungan Jarak Jauh dengan Anak

Kisah Acha memberikan gambaran nyata bahwa ikatan orang tua dan anak tidak melulu soal kuantitas waktu, tetapi juga kualitas. Anak tetap bisa merasakan kasih sayang dan perhatian meski orang tua berada di negara berbeda.

Beberapa hal yang bisa dipelajari dari pengalaman Acha:

  • Manfaatkan momen pertemuan untuk menciptakan pengalaman bermakna, bukan sekadar bertemu lalu sibuk dengan gadget masing-masing
  • Bangun komunikasi rutin di luar momen tatap muka agar anak tetap merasa terhubung
  • Jaga konsistensi dalam pengasuhan meski berada di lokasi berbeda, sehingga anak merasa aman dan stabil
  • Libatkan kedua orang tua dalam pengambilan keputusan penting soal tumbuh kembang anak

Perjalanan Acha menunjukkan bahwa pola asuh bersama lintas negara memang menuntut pengorbanan dan kesabaran ekstra. Namun dengan komitmen yang kuat, orang tua tetap bisa memberikan rasa aman dan kasih sayang yang dibutuhkan anak untuk tumbuh bahagia.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fimela.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks