Pencarian

Perbandingan Tarif Ojol dan Taksi di Sulawesi Barat dengan Kota Besar Lain, Lengkap dengan Faktor Pemicu Mahal-Murahnya

Rabu, 29 Juli 2026 • 21:48:01 WIB
Perbandingan Tarif Ojol dan Taksi di Sulawesi Barat dengan Kota Besar Lain, Lengkap dengan Faktor Pemicu Mahal-Murahnya
Sejumlah kendaraan ojek online terparkir di pusat Kota Mamuju, Sulawesi Barat, pada Senin (10/3/2025).

Mamuju, sebagai ibu kota Sulawesi Barat, bukanlah kota metropolitan dengan hiruk-pikuk kendaraan seperti Makassar. Jalan-jalan utamanya, seperti Jalan Martadinata atau Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, relatif lengang di luar jam kantor. Tapi justru di situlah letak keunikannya: tarif ojek online (ojol) dan taksi di sini seringkali lebih mahal per kilometer dibanding kota besar di Jawa.

Fenomena ini bukan kabar angin. Saya sendiri beberapa kali membandingkan aplikasi saat transit di Mamuju dan tiba-tiba mendapati tarif ke daerah Rangas atau Simbuang tembus Rp30.000-Rp40.000 untuk jarak yang di Makassar cuma Rp15.000. Kenapa bisa begitu? Ada beberapa penyebab struktural yang jarang disadari pengguna.

1. Jumlah Armada vs Permintaan Tidak Seimbang

Di Sulawesi Barat, jumlah driver ojol terdaftar masih sangat terbatas. Berbeda dengan Makassar yang punya ribuan driver Gojek dan Grab, di Mamuju mungkin hanya puluhan yang aktif dalam satu waktu. Akibatnya, sistem algoritma aplikasi menaikkan tarif secara otomatis karena rasio permintaan (demand) lebih tinggi daripada pasokan (supply).

Fenomena ini paling terasa pada jam sibuk pagi (06.30-08.00 WITA) dan sore (16.00-18.00 WITA). Pengguna yang memesan dari pusat kota ke daerah Simbuang atau menuju Pelabuhan Mamuju bisa mendapati tarif melonjak 1,5 hingga 2 kali lipat dari tarif normal. Ini bukan karena driver nakal, melainkan mekanisme pasar yang berjalan alami.

2. Jarak Tempuh yang Relatif Jauh Antar-Titik

Kota Mamuju tidak terlalu padat, tapi penyebaran pemukiman dan pusat aktivitas cukup renggang. Misalnya, perjalanan dari Bandara Tampa Padang ke pusat kota Mamuju memakan waktu sekitar 20-30 menit dengan jarak 15-18 kilometer. Bandingkan dengan perjalanan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke pusat kota yang jaraknya mirip, tapi tarif ojol di Mamuju bisa lebih mahal karena minimnya driver di sekitar bandara.

Hal serupa terjadi untuk rute antar-kecamatan seperti Mamuju ke Kalukku atau ke Tapalang. Pengemudi harus menempuh perjalanan pulang tanpa penumpang (dead mileage) yang otomatis diperhitungkan dalam tarif akhir. Ini yang membuat ongkos ke daerah pinggiran terasa lebih berat di kantong.

3. Beda Kebijakan Tarif Dasar Aplikasi

Gojek dan Grab menerapkan tarif dasar yang berbeda-beda tiap wilayah berdasarkan survei biaya hidup dan operasional. Di Sulawesi Barat, tarif dasar per kilometer untuk ojol biasanya berkisar Rp2.500-Rp3.500, sementara di Makassar Rp2.000-Rp2.500 dan di Jakarta Rp1.500-Rp2.000. Selisih ini terdengar kecil, tapi dalam perjalanan 10 kilometer, bedanya bisa Rp10.000-Rp15.000.

Untuk taksi konvensional, tarifnya pun tidak kalah bervariasi. Taksi lokal di Mamuju, seperti Taksi Mamuju Indah atau Taksi Sinar, biasanya menggunakan argometer dengan tarif buka pintu Rp7.000-Rp10.000 dan tarif per kilometer Rp4.000-Rp5.500. Sementara di kota besar seperti Surabaya, tarif buka pintu taksi konvensional bisa lebih rendah, Rp5.000-Rp7.000.

4. Kondisi Infrastruktur Jalan dan BBM

Jalan di Sulawesi Barat, terutama di luar pusat kota Mamuju, masih banyak yang rusak atau berlubang. Kondisi ini memaksa kendaraan berjalan lebih lambat dan boros bahan bakar. Pengemudi otomatis memperhitungkan biaya operasional lebih tinggi, yang ujungnya dibebankan ke penumpang.

Belum lagi harga BBM di Sulawesi Barat yang sedikit lebih mahal dibanding kota-kota di Pulau Jawa. Biaya logistik yang tinggi membuat harga eceran BBM di SPBU Mamuju bisa lebih mahal Rp500-Rp1.000 per liter dibanding SPBU di Makassar. Semua faktor ini akumulatif mempengaruhi tarif akhir.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tarif ojol di Sulawesi Barat lebih mahal dari Makassar?
Ya, secara rata-rata tarif per kilometer ojol di Mamuju dan sekitarnya lebih mahal 20-40% dibanding Makassar. Penyebab utamanya adalah jumlah driver yang terbatas dan jarak tempuh yang relatif jauh antar-titik.

Kenapa tarif ojol di Mamuju tiba-tiba naik drastis?
Kenaikan biasanya terjadi saat jam sibuk atau ketika cuaca buruk (hujan deras). Karena jumlah driver sedikit, sistem aplikasi menaikkan tarif untuk menarik driver agar bersedia mengambil order.

Lebih murah pakai taksi konvensional atau ojol di Sulawesi Barat?
Tergantung jarak dan waktu. Untuk perjalanan pendek di pusat kota (di bawah 5 km), ojol biasanya lebih murah. Tapi untuk perjalanan jauh ke pinggiran (di atas 15 km), taksi konvensional dengan negosiasi harga bisa lebih hemat.

Apakah ada transportasi umum lain selain ojol dan taksi?
Ada angkutan kota (angkot) dan ojek pangkalan, terutama di terminal dan pasar tradisional. Tarifnya lebih murah, tapi rutenya terbatas dan tidak bisa dipesan via aplikasi.

Tips agar ongkos transportasi di Mamuju tidak membengkak?
Hindari memesan ojol pada jam sibuk pagi dan sore. Jika memungkinkan, gunakan fitur "ride later" atau pesan beberapa jam sebelumnya. Untuk perjalanan rutin, cari driver langganan yang bisa dinegosiasi harga harian atau mingguan.

Pada akhirnya, perbedaan tarif ini bukan soal mahal atau murah secara mutlak, melainkan soal penyesuaian dengan realitas lokal. Pengguna di Sulawesi Barat harus lebih cerdas memilih moda transportasi dan waktu perjalanan. Jangan ragu bertanya pada penduduk lokal soal rute alternatif atau ojek langganan — mereka biasanya tahu cara paling efisien tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks