Pencarian

Fun Run HUT RI ke-81 di Desa Tapandullu Mamuju Tampilkan Alat Tangkap Nelayan Tradisional, Kebaya Putih dan Sarung Jadi Daya Tarik

Rabu, 05 Agustus 2026 • 23:16:31 WIB
Fun Run HUT RI ke-81 di Desa Tapandullu Mamuju Tampilkan Alat Tangkap Nelayan Tradisional, Kebaya Putih dan Sarung Jadi Daya Tarik
Peserta fun run mengenakan kebaya putih dan penutup kepala sarung dalam perayaan HUT ke-81 RI di Desa Tapandullu, Mamuju.

MAMUJU — Kemeriahan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berubah menjadi panggung pelestarian budaya pesisir. Para peserta fun run kompak mengenakan kebaya putih dengan penutup kepala dari sarung, sebuah penampilan yang langsung menyita perhatian warga dan pengguna media sosial.

Atribut yang dibawa bukan sekadar properti, melainkan peralatan mencari nafkah yang dulu akrab bagi nelayan setempat. Alat tangkap tradisional yang terbuat dari bahan-bahan alami hasil hutan serta keranjang anyaman rotan menjadi simbol penghormatan terhadap warisan leluhur.

Bukan Sekadar Lari, Melainkan Pesan untuk Generasi Muda

Kehadiran atribut tradisional di tengah keramaian fun run dinilai sebagai pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan kearifan lokal di tengah arus perkembangan zaman. Lewat cara yang ringan dan meriah, warga Desa Tapandullu menunjukkan bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan semangat kemerdekaan.

Kegiatan ini mengusung tema "FAN_RUN_TAPANDULLU HUTRI81_HUTDes 18" dengan slogan "No Pace, No Target. Just Merdeka Vibes". Slogan tersebut sengaja dipilih untuk mengajak masyarakat menikmati olahraga tanpa beban, mempererat kebersamaan, dan menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Rangkaian HUT ke-18 Desa Tapandullu

Momen ini sekaligus dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Desa Tapandullu yang ke-18. Perpaduan dua perayaan dalam satu suasana menjadikan kegiatan tersebut lebih semarak dan penuh kegembiraan, memperkuat semangat persatuan antarwarga.

Berdasarkan unggahan foto di salah satu akun Facebook warga setempat, penampilan unik para peserta menjadi perbincangan hangat. Selain menghadirkan nuansa budaya lokal yang kuat, mereka memperkenalkan kembali alat tangkap tradisional yang dahulu digunakan nelayan untuk mencari nafkah di wilayah sungai dan pesisir.

Momentum peringatan kemerdekaan kali ini membuktikan bahwa identitas budaya bisa dirayakan dengan cara yang kreatif dan relevan bagi semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua yang turut hadir memeriahkan acara.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mandarpos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks