SULAWESI BARAT — Laporan masalah ini mengemuka dalam dua pekan terakhir sejak Tesla memperluas distribusi FSD v14 Lite ke seluruh pemilik HW3 pada 21 Juli lalu lewat versi perangkat lunak 2026.20.6.11. Empat pemilik secara terpisah menghubungi Electrek mengeluhkan pola kerusakan yang serupa, dan puluhan lainnya ramai melaporkan di forum komunitas.
Beban Komputasi Berat di Atas Hardware yang Sudah Tua
FSD v14 Lite sejatinya adalah model AI versi ringkas dari sistem HW4 yang dipadatkan agar bisa berjalan di komputer AI3. Komputer ini hanya dibekali RAM 8GB dan bandwidth memori sekitar seperdelapan dari HW4, sehingga sejak awal menjadi pembatas performa.
Sebelumnya, Tesla memakai model v12.6 pada HW3 selama lebih dari satu tahun karena keterbatasan itu. Setelah model v14 yang lebih berat dipaksakan berjalan, tanda-tanda stres termal mulai muncul.
Tangkapan layar mode servis yang diunggah pemilik menunjukkan kode kesalahan APP_w141_ECU_Thermal_Issue, ambang batas yang dipicu saat suhu papan ECU menembus 90 derajat Celcius. Beberapa pemilik mengukur suhu hingga 96 derajat Celcius. Di jalan, gejala ini muncul sebagai peringatan "tangan merah" di layar, FSD yang memaksa lepas kendali, dan status selfDrivingUnavailable sampai komputer mendingin.
Dari Sekadar Peringatan Panas Hingga Komputer Mati Total
Keluhan yang lebih serius datang dari pemilik yang komputernya benar-benar mati dan harus diganti di bengkel Tesla Service. Kondisi ini menjadi skenario terburuk yang tidak diinginkan Tesla.
Perusahaan sedang menghadapi kewajiban mengganti komputer otonom di sekitar 4 juta unit kendaraan atau memberi kompensasi kepada pemiliknya, setelah mengakui HW3 tidak mampu menghadirkan otonomi penuh yang dijanjikan. Pembaruan perangkat lunak yang justru mempercepat kerusakan hardware akan memperdalam beban tanggung jawab tersebut.
Perlu dicatat, kode kesalahan APP_w141 bukanlah temuan baru. Masalah termal HW3 sudah terdokumentasi sejak lama dan biasanya dikaitkan dengan sirkulasi pendingin—coolant rendah, kantong udara di Octovalve, atau radiator tersumbat. Tesla belum mengonfirmasi bahwa perangkat lunak menyebabkan kegagalan hardware.
Korelasi Waktu yang Sulit Diabaikan
Meski begitu, pola laporan yang mengelompok setelah instalasi v14 Lite sulit diabaikan. Mekanismenya masuk akal: model yang lebih berat menuntut kerja ekstra dari komputer yang secara termal sudah berada di batas kemampuan. Pemilik juga melaporkan kemunduran perilaku berkendara seperti pengereman hantu (phantom braking), keraguan (hesitation), dan pengereman tersendat-sendat—gejala yang mengarah pada batas komputasi yang sama.
Komentar dari pembaca Doug T di Electrek menyoroti pertanyaan krusial: "Apakah Tesla akan mengganti komputer yang rusak di luar garansi? Itu bukan kebiasaan Tesla untuk komponen rusak lainnya."
Data saat ini memang belum konklusif. Tidak semua kasus suhu 96 derajat Celcius murni akibat v14 Lite, mengingat banyak kendaraan HW3 yang sudah berusia tujuh tahun dengan sistem pendingin yang menua. Namun, fakta bahwa empat pemilik melaporkan pola yang sama dalam hitungan hari setelah pembaruan, ditambah laporan publik yang terus bertambah, menjadikan penjelasan "mobil tua" terasa kurang memuaskan.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Tesla memantau suhu ECU di seluruh armada v14 Lite, dan apakah mereka akan bertanggung jawab mengganti komputer yang rusak di luar masa garansi? Pemilik HW3 yang melihat peringatan ini disarankan memeriksa kondisi coolant sebelum berasumsi semuanya baik-baik saja.