MAMUJU — Pembahasan anggaran tahun 2027 di Sulawesi Barat memasuki babak penentu. Banggar DPRD dan TAPD telah memfinalisasi angka KUA-PPAS, membuka jalan bagi penetapan APBD yang lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.
Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Halim, yang memimpin langsung rapat tersebut menyatakan seluruh prioritas yang diusulkan anggota dewan telah terakomodasi dalam dokumen anggaran. "Dengan persetujuan bersama terhadap angka yang telah disepakati, maka paripurna akan dilaksanakan pada hari Kamis pukul 20.00 WITA," ujarnya di Mamuju, Rabu malam.
Abdul Halim mengapresiasi langkah Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan jajaran TAPD yang tetap berupaya mengakomodasi aspirasi dewan. Hal ini dinilai penting meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi instruksi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
"Sebagai pimpinan, kami berterima kasih kepada teman-teman TAPD sekaligus kepada Bapak Gubernur. Meskipun di tengah efisiensi, masih bisa sedikit mengakomodasi apa yang menjadi harapan teman-teman DPRD," ungkap Abdul Halim dalam sambutannya.
Rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana serta Sekretaris DPRD Arianto AP ini berlangsung untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kapasitas fiskal. Hasilnya, seluruh angka yang dibahas telah mendapat persetujuan bersama antara legislatif dan eksekutif.
Setelah paripurna Kamis malam nanti, proses penyusunan anggaran akan berlanjut ke tahapan pembahasan berikutnya. DPRD dan Pemprov Sulbar menargetkan seluruh rangkaian penyusunan APBD 2027 rampung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kesepakatan ini menjadi sinyal positif bagi kelancaran roda pemerintahan dan pembangunan di Sulawesi Barat tahun depan. Dengan kepastian pagu anggaran yang lebih awal, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat segera menyusun program kerja secara lebih matang dan terukur.