Bulog Bangun Gudang Beras 2.000 Ton di Trenggalek, Serap Panen Petani hingga Jaga Stok Pangan Nasional

Penulis: Rendi Kusuma  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:39:01 WIB
Emil Dardak meresmikan gudang beras berkapasitas 2.000 ton di Trenggalek untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

SULAWESI BARAT — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan gudang hasil kerja sama PT Mutual Pangan Utama dengan Filial Bulog di Kompleks Pergudangan Karangsoko, Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek. Fasilitas ini hadir di tengah musim kemarau, saat pemerintah tengah memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga hasil panen petani tidak anjlok.

Emil menekankan, infrastruktur penyimpanan menjadi prioritas karena Jawa Timur saat ini menampung stok beras lebih dari 1,3 juta ton. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar seperempat dari total cadangan beras nasional yang tembus di atas 5 juta ton.

“Jawa Timur saat ini menampung stok beras mencapai 1,3 juta ton lebih. Angka ini menyumbang seperempat dari total cadangan beras nasional yang kini menembus angka di atas 5 juta ton. Besarnya tanggung jawab ini tentu harus didukung infrastruktur logistik yang handal,” ujar Emil seusai peresmian.

Lokasi Strategis Dekat Sentra Produksi

Pemilihan Karangsoko sebagai lokasi gudang bukan tanpa alasan. Kawasan selatan Jawa Timur ini dinilai strategis karena memangkas jarak tempuh dari sejumlah sentra produksi pertanian. Saat ini, Bulog juga mengelola ratusan gudang sewa di berbagai daerah sebagai bagian dari sistem penyimpanan cadangan pangan nasional.

Di kompleks Karangsoko sendiri, gudang baru ini melengkapi dua fasilitas eksisting dengan kapasitas masing-masing 2.000 ton dan 1.000 ton. Stok yang tersimpan di kawasan ini secara berkala disalurkan ke wilayah yang kekurangan pasokan, seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Maluku.

Dengan pola distribusi tersebut, kapasitas gudang tetap bisa dimanfaatkan untuk menerima hasil panen periode berikutnya. Penambahan fasilitas pergudangan baru hanya akan dilakukan jika kebutuhan memang mendesak.

“Apabila kebutuhan sudah terpenuhi, maka tidak perlu dilakukan penambahan lagi,” ujar Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan.

Harga Gabah Naik, Inflasi Jadi Pekerjaan Rumah

Emil menyambut baik harga gabah di tingkat petani yang kini berada di atas Rp8.000 per kilogram. Kondisi ini menjadi sinyal perbaikan kesejahteraan petani. Namun, pemerintah tetap memantau harga beras di tingkat konsumen agar kenaikan harga gabah tidak memicu tekanan inflasi.

“Kita ingin kesejahteraan terjadi di kedua sisi. Petani mendapatkan harga yang layak, namun konsumen juga tetap mampu membeli beras dengan harga terjangkau,” tegasnya.

Selain mendukung ketahanan pangan, gudang baru ini diproyeksikan menggerakkan ekonomi lokal. Mitra dan pelaku usaha di sekitar Trenggalek bakal terlibat dalam kegiatan pengelolaan serta pengisian stok pangan.

Target Terealisasi Penuh, Fokus Penyaluran Bantuan Pangan

Yonas memastikan seluruh target kinerja Bulog Kantor Cabang Tulungagung telah terealisasi 100 persen. Fokus berikutnya diarahkan pada persiapan penyaluran bantuan pangan untuk periode Juli hingga September.

Dari sisi komoditas jagung, pasokan untuk program SPHP yang diperuntukkan bagi kebutuhan industri peternakan juga dipastikan aman. Wilayah Tulungagung, Blitar, Blitar Raya, dan Trenggalek memperoleh alokasi jagung sebesar 89.000 ton.

Dengan tambahan gudang 2.000 ton ini, Bulog memperkuat posisinya sebagai penopang cadangan pangan nasional, sekaligus menjadi jembatan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga di masyarakat.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: serayunusantara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top