MAMUJU — Empat personel tim visitasi BPIP RI menyambangi Pusdiklat BKPSDM Sulawesi Barat, Rabu (29/7/2026). Mereka adalah Sapta Mupakat Tatar Purba, Ramos Aruan, Jatu Shinta Dewi, dan Oki Purwaningsih. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Manajerial, dan Fungsional BKPSDM Sulbar, Abd. Kadir, didampingi para widyaiswara dan jajarannya.
Tim BPIP menelaah sejumlah instrumen akreditasi. Mulai dari kelengkapan administrasi penyelenggaraan diklat, dokumen pendukung, hingga kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran. Tim juga memberikan masukan untuk penyempurnaan dokumen akreditasi yang masih perlu dilengkapi.
Tim visitasi menegaskan bahwa proses ini bukan hanya memenuhi persyaratan administratif. Tujuan utamanya adalah memastikan lembaga penyelenggara benar-benar siap menghadirkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. Mereka mendorong penguatan kolaborasi antara BKPSDM, Badan Kesbangpol, dan BPIP dalam pelaksanaan pelatihan pembinaan ideologi Pancasila di daerah.
Dalam kesempatan itu, tim juga menyosialisasikan mekanisme sertifikasi pengajar BPIP. Termasuk tahapan seleksi dan asesmen yang harus dilalui calon pengajar agar memperoleh sertifikasi resmi dari BPIP.
Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail, menilai visitasi ini sebagai momentum penting. Menurutnya, akreditasi merupakan komitmen untuk memastikan setiap penyelenggaraan diklat memenuhi standar mutu.
"Masukan dari tim visitasi akan menjadi bahan evaluasi bagi BKPSDM untuk terus meningkatkan kualitas layanan pengembangan kompetensi ASN di Sulawesi Barat," ujar Herdin.
Sementara itu, Abd. Kadir menyatakan seluruh rekomendasi dari tim visitasi akan segera ditindaklanjuti. "Visitasi ini memberikan banyak masukan yang konstruktif bagi kami, baik dari aspek administrasi, instrumen penyelenggaraan, maupun kesiapan sarana dan prasarana. Seluruh rekomendasi yang disampaikan akan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti," katanya.
BKPSDM berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi sebagai bagian dari peningkatan mutu penyelenggaraan diklat. Upaya ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur melalui pengembangan kompetensi yang profesional, terstandar, dan berkelanjutan.