Pencarian

Shell Alihkan Bisnis SPBU ke Isla Energy, Efektif 30 Oktober 2026

Kamis, 08 Oktober 2026 • 15:19:31 WIB
Shell Alihkan Bisnis SPBU ke Isla Energy, Efektif 30 Oktober 2026
SPBU Shell tetap beroperasi dengan merek Shell melalui perjanjian lisensi meski pengelolaannya beralih ke PT Isla Energy Indonesia per 30 Oktober 2026.

SULAWESI BARAT — PT Shell Indonesia menyetujui pemisahan usaha dan pengalihan bisnis SPBU di Tanah Air kepada PT Isla Energy Indonesia, efektif berlaku 30 Oktober 2026. Meski berganti pengelola, SPBU Shell tetap beroperasi lewat perjanjian lisensi merek dengan pasokan bahan bakar yang masih datang dari Shell. Pengguna diminta beralih ke aplikasi Shell GO+ Indonesia karena data keanggotaan ikut dialihkan ke Isla Energy.

Keputusan pengalihan bisnis SPBU Shell ke PT Isla Energy Indonesia tertuang dalam pengumuman resmi yang diterima detikOto melalui email, Kamis (8/10/2026). Dalam keterangan itu, Shell menyatakan seluruh proses transisi akan tuntas dan mulai berlaku efektif pada 30 Oktober 2026. Langkah ini menandai berakhirnya pengelolaan langsung jaringan SPBU Shell oleh PT Shell Indonesia setelah bertahun-tahun beroperasi di pasar ritel bahan bakar nasional.

Stok BBM Menipis Sejak Awal 2026

Kondisi pasokan di sejumlah SPBU Shell sudah menunjukkan gejala sejak awal tahun. Dari empat varian bahan bakar yang biasa dijual, yakni Shell Super, Shell V-Power, Shell V-Power Nitro+, dan Shell V-Power Diesel, per Oktober 2026 hanya V-Power Diesel yang masih tersedia. Itu pun tidak merata, hanya di SPBU tertentu dan dengan jumlah terbatas.

Kelangkaan ini memicu pertanyaan dari kalangan pengguna setia Shell. Pada akhir Januari 2026, Shell lewat keterangan resminya mengaku masih berkoordinasi dengan pemerintah soal permohonan rekomendasi impor bahan bakar minyak tahun 2026 sesuai tata laksana yang berlaku.

"Shell Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini sehingga kami dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra kami," demikian bunyi pernyataan Shell yang dikutip dari laman resminya.

SPBU Tetap Pakai Merek Shell via Perjanjian Lisensi

Peralihan kepemilikan tidak otomatis menghapus merek Shell dari jalan-jalan Indonesia. SPBU Shell masih akan hadir melalui perjanjian lisensi merek, dengan produk bahan bakar yang tetap dipasok oleh Shell. Standar kualitas produk dipastikan tidak berubah meski pengelolaan operasional kini berada di tangan PT Isla Energy Indonesia.

Skema lisensi semacam ini lazim dipakai perusahaan energi global yang ingin tetap menjaga kehadiran merek di suatu negara tanpa harus memegang langsung operasional ritelnya. Bagi konsumen, yang paling terasa bukan perubahan papan nama, melainkan perubahan aplikasi dan pengelolaan data keanggotaan.

Data Shell GO+ Dialihkan, Pengguna Bisa Hapus Akun

Pengguna BBM Shell diminta beralih ke aplikasi baru, Shell GO+ Indonesia. Data keanggotaan dari aplikasi lama akan dialihkan di bawah pengendalian PT Isla Energy Indonesia dengan klaim tetap aman sesuai kebijakan privasi yang berlaku.

"Terkait dengan perubahan ini, Anda dapat memeriksa Syarat dan Ketentuan serta Kebijakan Privasi terbaru dari PT Isla Energy Indonesia yang efektif berlaku mulai 30 Oktober 2026," begitu bunyi keterangan resmi tersebut.

Jika keberatan dengan pengalihan data, pengguna diberi opsi menghapus akun Shell GO+ secara mandiri atau menghubungi tim Shell dalam waktu 3x24 jam setelah menerima email pemberitahuan. Opsi ini penting dicermati bagi pengguna yang menyimpan data pembayaran atau riwayat transaksi di aplikasi.

Yang Berubah dan Yang Tetap Sama

  • Berubah: pengelola bisnis SPBU berpindah dari PT Shell Indonesia ke PT Isla Energy Indonesia per 30 Oktober 2026
  • Berubah: aplikasi keanggotaan beralih dari Shell GO+ ke Shell GO+ Indonesia
  • Tetap: merek Shell masih dipakai lewat perjanjian lisensi
  • Tetap: pasokan bahan bakar masih dari Shell dengan standar kualitas yang diklaim tidak berubah

Pemilik kendaraan yang selama ini mengandalkan Shell Super atau V-Power perlu bersiap menghadapi dua kemungkinan. Jika pasokan kembali normal pasca-transisi, tidak ada yang berubah selain aplikasi. Namun bila ketersediaan tetap terbatas, pengguna di wilayah dengan SPBU Shell terbatas mungkin perlu mencari alternatif bahan bakar lain untuk sementara waktu.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks