MAMUJU — Pergerakan harga emas dunia atau XAUUSD memasuki fase koreksi naik setelah berhasil menembus level support kuat di 4.100 pada timeframe Daily. Analisis Dupoin Futures mencatat koreksi tersebut berpotensi membawa harga emas menuju area 4.163 sebelum kembali menghadapi tekanan jual.
Breakout di level 4.100 menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Setelah menembus support tersebut, harga emas kini berada dalam fase rebound, namun belum dapat dianggap sebagai perubahan tren selama belum mampu melewati zona resistance kuat.
Geraldo Kofit: Resistance 4.163 Jadi Penentu Arah Emas
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa area 4.163 menjadi level yang perlu dicermati pelaku pasar. Jika XAUUSD gagal menembus area tersebut, peluang munculnya kembali tekanan jual semakin terbuka.
"Pada timeframe Daily, emas telah breakout dari support 4.100 dan saat ini berpotensi mengalami koreksi naik menuju 4.163. Selama harga belum mampu menembus resistance kuat, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut," ujar Geraldo Kofit dari Dupoin Futures.
Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas melanjutkan penurunan menuju zona support berikutnya di 4.065–4.037. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus resistance secara kuat dan bertahan di atas area tersebut, skenario bearish perlu dievaluasi kembali.
Tekanan Dolar AS dan Yield Treasury Pengaruhi Momentum Emas
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas sebelumnya datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury Amerika Serikat. Kondisi itu membuat emas relatif kurang menarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil.
Reuters mencatat harga emas sempat turun ke level terendah dalam dua bulan pada 7 Oktober akibat penguatan dolar dan tingginya yield Treasury. Namun, tekanan tersebut mulai mereda pada perdagangan 8 Oktober, ketika emas kembali menguat sekitar 0,5% setelah dolar AS melemah dari level tertinggi 18 bulan.
Meski demikian, ruang kenaikan emas masih menghadapi hambatan. Ekspektasi bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga hingga akhir tahun dapat menjaga yield dan dolar AS tetap tinggi.
Reuters mencatat pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 80%, sementara peluang kenaikan pada Oktober jauh lebih rendah.
Proyeksi Jangka Pendek dan Faktor yang Perlu Dicermati
Analisis Dupoin Futures menunjukkan kenaikan XAUUSD menuju 4.163 masih berpeluang terjadi sebagai koreksi jangka pendek. Namun, selama resistance tersebut belum berhasil ditembus, tren bearish masih menjadi skenario utama.
Penolakan di area resistance dapat kembali membuka ruang penurunan menuju 4.065 hingga 4.037. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan dolar AS, yield Treasury, serta ekspektasi kebijakan moneter The Fed karena ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi momentum emas.
Dari perspektif teknikal, kemampuan XAUUSD bertahan atau menembus area 4.163 akan menjadi penentu penting arah harga emas berikutnya. Analisis ini disusun Dupoin Futures berdasarkan pergerakan harga pada timeframe Daily.