Pencarian

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Masuk Indonesia, Peluncuran Tunggu Produksi Setir Kanan 2028

Rabu, 07 Oktober 2026 • 10:20:01 WIB
Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Masuk Indonesia, Peluncuran Tunggu Produksi Setir Kanan 2028
Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng menegaskan Xiaomi Auto tetap akan masuk pasar Indonesia.

SULAWESI BARAT — Xiaomi memastikan bakal menjual mobil listriknya di Indonesia, namun belum ada tanggal resmi kapan penjualan dimulai. Rencana ekspansi global Xiaomi Auto menargetkan Eropa pada 2027, sementara produksi kendaraan setir kanan (RHD) baru dimulai awal 2028. Indonesia yang memakai sistem lalu lintas setir kanan harus menunggu tahap produksi tersebut sebelum kedatangan resmi Xiaomi Auto.

Kepastian itu disampaikan Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng, saat berbincang dengan sejumlah wartawan. Ia menegaskan Indonesia tetap masuk daftar pasar yang dituju Xiaomi Auto, meski waktu peluncurannya belum bisa dipastikan.

"100 persen kami akan membawa produk mobil (listrik) ke pasar ini. Namun saat ini jika boleh jujur kita masih harus menunggu," kata Michael Feng.

Pernyataan itu sekaligus menepis anggapan bahwa Xiaomi membatalkan rencana masuk Indonesia. Persoalannya bukan soal niat, melainkan kesiapan waktu peluncuran.

Produksi Setir Kanan Baru Mulai Awal 2028

Salah satu penghambat utama adalah konfigurasi setir kanan. Xiaomi baru merencanakan produksi kendaraan Right Hand Drive (RHD) pada awal 2028, sementara Indonesia memakai sistem lalu lintas setir kanan.

Sebelum tahap itu, Xiaomi Auto lebih dulu membangun pijakan di luar Tiongkok. Pada 26 Agustus 2026, perusahaan mengoperasikan situs global Xiaomi Auto dan mengumumkan rencana masuk pasar Eropa pada 2027.

Urutan ekspansi itu membuat Indonesia kemungkinan besar tidak kebagian lebih dulu. Pasar Eropa dengan sistem setir kiri jadi prioritas sebelum lini produksi RHD disiapkan.

Fokus Xiaomi Auto Masih di Tiongkok

Sambil menunggu ekspansi global, Xiaomi Auto masih memperbesar bisnis di pasar domestik. Sepanjang Januari-September 2026, perusahaan mengirim 286.475 kendaraan atau sekitar 52 persen dari target 550.000 unit sepanjang tahun.

Untuk mengejar sisa target, Xiaomi butuh rata-rata sekitar 87.800 pengiriman per bulan pada kuartal terakhir 2026. Padahal rekor pengiriman bulanan tertingginya sejauh ini hanya 50.212 unit.

Tekanan juga datang dari sisi finansial. Segmen Smart EV, AI and Other Initiatives Xiaomi membukukan kerugian sekitar CNY2,6 miliar atau setara Rp6,6 triliun pada kuartal II 2026.

Margin kotor segmen ini turun dari 26,4 persen menjadi 19,2 persen. Angka tersebut menunjukkan Xiaomi Auto masih berada dalam fase ekspansi agresif, bukan sekadar mengejar volume produksi.

Model Apa yang Bakal Dijual di Indonesia?

Belum ada kepastian model mana yang akan dijual lebih dulu di Indonesia. Xiaomi memiliki lini SU7 dan YU7, namun keduanya belum tentu menjadi pilihan pertama untuk pasar lokal.

Keputusan soal model kemungkinan baru muncul setelah lini produksi setir kanan siap. Artinya, penggemar otomotif Indonesia masih harus bersabar menunggu kepastian lebih lanjut dari Xiaomi Auto.

Yang jelas, Xiaomi tidak menutup pintu untuk pasar Indonesia. Perusahaan hanya memilih menyelesaikan ekspansi di Tiongkok dan Eropa lebih dulu sebelum merambah Asia Tenggara.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: uzone.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks