Pencarian

Penjualan Mobil RI Lesu, TMMIN Waspadai Dampak ke Supplier Komponen

Selasa, 06 Oktober 2026 • 12:49:31 WIB
Penjualan Mobil RI Lesu, TMMIN Waspadai Dampak ke Supplier Komponen
Penjualan mobil nasional Januari-Agustus 2026 mencapai 599 ribu unit, di bawah proyeksi 850 ribu unit.

SULAWESI BARAT — Penjualan mobil nasional sepanjang Januari-Agustus 2026 baru mencapai 599 ribu unit secara wholesales, jauh dari proyeksi 850 ribu unit hingga akhir tahun. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyoroti tekanan yang menjalar ke rantai pasok, terutama pemasok komponen skala kecil dan menengah. Perusahaan memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja meski pasar domestik belum pulih.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Nyoman Winaya menyatakan, lesunya pasar domestik berdampak langsung terhadap rantai pasok. Sebagian pemasok Toyota merupakan perusahaan skala kecil dan menengah yang menggantungkan order dari aktivitas produksi pabrik.

"Untuk TMMIN, selain untuk pasar domestik kami juga berusaha mempertahankan kinerja ekspor. Dengan kondisi pasar domestik saat ini tentunya memberikan dampak, terutama terhadap supply chain," ujar Nyoman saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9).

Produksi Delapan Bulan Baru 850 Ribu Unit

Penjualan mobil nasional sepanjang Januari-Agustus 2026 tercatat 599 ribu unit secara wholesales. Proyeksi hingga akhir tahun berada di kisaran 850 ribu unit, sementara produksi selama delapan bulan pertama 2026 mencapai sekitar 850 ribu unit.

Angka itu memperpanjang tren penurunan yang berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Penjualan yang pada 2022 masih menembus 1,04 juta unit turun menjadi 1,005 juta unit pada 2023, sekitar 865 ribu unit pada 2024, dan 803 ribu unit pada 2025.

Ekspor Jadi Penopang Aktivitas Pabrik

TMMIN mempertahankan kinerja ekspor sebagai salah satu cara menjaga aktivitas pabrik tetap berjalan. Pasar luar negeri yang terus digarap diharapkan menahan laju penurunan produksi di dalam negeri.

Langkah itu diambil agar efek lesunya pasar domestik tidak merembet lebih jauh ke perusahaan-perusahaan di belakang pabrikan. Nyoman menegaskan, perhatian TMMIN tidak berhenti pada sisi manufaktur.

"Karena itu, perhatian kami bukan hanya pada kondisi di sisi manufaktur, tetapi juga pada keberlangsungan seluruh rantai pasok, termasuk para supplier. Prioritas kami adalah menjaga agar ekosistem otomotif tetap berjalan dengan baik serta keberlangsungan tenaga kerja di dalamnya tetap terjaga," kata dia.

Komitmen Tanpa PHK di Tengah Tekanan Pasar

Meski pasar domestik belum kembali ke level terbaiknya, TMMIN memastikan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja. Komitmen itu berlaku bagi tenaga kerja di lingkungan pabrikan maupun di perusahaan pemasok yang terlibat dalam rantai produksi.

Pasar mobil Indonesia memang belum pulih sepenuhnya. Tekanan terhadap supplier komponen menjadi perhatian tersendiri karena sebagian dari mereka bergantung pada volume order yang mengikuti naik-turunnya produksi mobil nasional.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks