Pencarian

Kadisdikbud Mamuju Tengah Dorong PGRI Topoyo Jadi Penggerak Kompetensi Guru, Bukan Sekadar Wadah Kumpul

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 07:47:01 WIB
Kadisdikbud Mamuju Tengah Dorong PGRI Topoyo Jadi Penggerak Kompetensi Guru, Bukan Sekadar Wadah Kumpul
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamuju Tengah Marhuding menyampaikan sambutan dalam pelantikan pengurus PGRI Cabang Topoyo.

MAMUJU TENGAH — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah, Marhuding, menegaskan bahwa organisasi profesi guru harus mengambil peran aktif dalam menggenjot kualitas pengajaran. Penekanan itu ia sampaikan di hadapan pengurus dan guru yang dilantik dalam kepengurusan PGRI Cabang Topoyo.

Menurut Marhuding, PGRI tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpul para pendidik. Organisasi itu dituntut hadir sebagai pendamping anggotanya dalam pengembangan kapasitas mengajar di ruang kelas.

PGRI Diminta Jadi Motor Penggerak Kompetensi Guru

Dalam sambutannya, Marhuding menyoroti tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Ia menilai sinergi antarguru menjadi kunci utama menghadapi tantangan tersebut.

"PGRI harus menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kompetensi guru. Tantangan pendidikan saat ini menuntut sinergi dan kolaborasi yang lebih kuat di antara sesama pendidik," tegas Marhuding di hadapan para pengurus dan guru yang dilantik.

Pernyataan itu menjadi penanda bahwa pemerintah daerah ingin organisasi profesi mengambil porsi lebih besar dalam pembenahan mutu pendidikan. Selama ini, kebijakan dinas pendidikan menjadi tumpuan utama perbaikan kualitas pengajaran di Mamuju Tengah.

Mutu Pendidikan Tidak Bisa Bergantung pada Kebijakan Pemda

Marhuding menilai ketergantungan pada kebijakan pemerintah daerah perlu dikurangi. Komitmen organisasi dalam mendampingi anggotanya disebut sebagai salah satu faktor penentu.

Peran aktif guru di ruang kelas juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu. Keduanya, kata Marhuding, harus berjalan seiring agar hasilnya terasa langsung bagi siswa.

Ia berharap pengurus yang baru dilantik bergerak cepat menyusun program kerja konkret. Fokus utamanya adalah pengembangan kapasitas mengajar dan penguatan solidaritas tenaga pendidik.

Program Kerja Konkret Jadi Ujian Pertama Pengurus Baru

Pengurus PGRI Cabang Topoyo yang baru dilantik menghadapi tuntutan langsung dari dinas pendidikan. Program kerja yang disusun diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial.

Pengembangan kapasitas mengajar menjadi prioritas yang disebut Marhuding dalam sambutannya. Begitu pula penguatan solidaritas di antara tenaga pendidik di Kecamatan Topoyo.

Pelantikan berlangsung di SMK Negeri Tabolang dan dihadiri sejumlah guru dari wilayah Kecamatan Topoyo. Dinas pendidikan akan mencermati langkah organisasi profesi tersebut dalam merealisasikan program kerja yang dijanjikan.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bugispos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks