Pencarian

Pertamina Genjot Bisnis Energi Hijau, Emisi Semester I 2026 Lampaui Target 118%

Rabu, 30 September 2026 • 12:48:31 WIB
Pertamina Genjot Bisnis Energi Hijau, Emisi Semester I 2026 Lampaui Target 118%
Pertamina mencatat pengurangan emisi karbon 118 persen di atas target RKAP 2026 pada semester I.

SULAWESI BARAT — Pertamina mencatat pengurangan emisi karbon 118 persen di atas target RKAP 2026 sepanjang semester I, seiring perusahaan menyiapkan lini bisnis rendah karbon sebagai sumber pertumbuhan baru. Perusahaan pelat merah itu mengembangkan biofuel, panas bumi, listrik energi bersih, pengolahan sampah menjadi energi, hingga hidrogen hijau tanpa menghentikan pasokan energi fosil yang masih dibutuhkan pasar domestik.

Senior Vice President Business Sustainability Pertamina Wenny Ipmawan menyatakan strategi perseroan berjalan di dua jalur sekaligus: menekan emisi dari kegiatan operasional sambil membuka peluang bisnis baru di sektor rendah karbon. Menurut dia, kebutuhan energi Indonesia masih tumbuh, sehingga transisi tidak bisa dilakukan dengan menghentikan sumber energi yang ada.

"Kebutuhan energi Indonesia masih terus tumbuh. Karena itu, transisi energi harus dilakukan secara bertahap, sambil memastikan energi tetap tersedia dan peluang bisnis rendah karbon bisa berkembang," ujar Wenny dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Enam Lini Bisnis Hijau yang Digarap Pertamina

Pertamina memetakan sejumlah sektor sebagai calon mesin pertumbuhan baru. Beberapa di antaranya sudah berjalan secara komersial, sebagian lain masih dalam tahap pengembangan dan uji kelayakan ekonomi.

  • Biofuel, termasuk pengembangan bahan bakar nabati untuk campuran solar dan avtur
  • Panas bumi melalui anak usaha di sektor energi terbarukan
  • Listrik energi bersih untuk kebutuhan industri dan jaringan PLN
  • Pengolahan sampah menjadi energi di sejumlah kota
  • Hidrogen hijau sebagai bahan bakar alternatif masa depan
  • Penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) untuk menekan emisi operasi

Wenny menambahkan, pemilihan teknologi disesuaikan dengan karakteristik tiap kegiatan. Pertamina memakai tenaga surya, penyimpanan energi berbasis baterai, hingga penangkapan dan penyimpanan karbon tergantung kebutuhan lapangan dan pabrik yang bersangkutan.

Efisiensi Operasional Jadi Jalur Cepat Turunkan Emisi

Selain membangun proyek baru, Pertamina menekan emisi lewat jalur yang lebih cepat: penghematan energi, optimalisasi penggunaan bahan bakar, dan penerapan teknologi bersih di fasilitas yang sudah beroperasi. Cara ini dinilai memberi hasil ganda karena emisi turun sekaligus biaya operasi mengecil.

Namun, Wenny menegaskan proyek rendah karbon tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan. Setiap inisiatif harus punya dasar ekonomi yang kuat agar bisa dilanjutkan tanpa bergantung pada subsidi atau insentif jangka panjang.

"Kami ingin inisiatif rendah karbon tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi. Proyeknya juga harus layak secara ekonomi dan dapat dijalankan secara komersial," kata Wenny.

Emisi Turun 118 Persen di Atas Target RKAP 2026

Program dekarbonisasi Pertamina Group mencatat capaian di atas rencana. Sepanjang semester I 2026, pengurangan emisi karbon mencapai 118 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun berjalan. Angka itu menunjukkan realisasi emisi terserap jauh melampaui proyeksi manajemen di awal tahun.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyebut pengembangan bisnis rendah karbon sebagai bagian dari persiapan masa depan energi nasional. Menurut dia, Pertamina tetap menjalankan peran ganda: memasok energi hari ini dan menyiapkan opsi energi untuk dekade berikutnya.

"Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus memenuhi kebutuhan energi hari ini, sekaligus menyiapkan pilihan energi untuk masa depan. Kami berharap pengembangan bisnis rendah karbon dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberi manfaat yang lebih luas bagi Indonesia," ujar Baron.

Jalan Menuju NZE 2060 dan Standar ESG Global

Baron menegaskan komitmen dekarbonisasi Pertamina merupakan bagian dari target Pemerintah mencapai net zero emission (NZE) pada 2060. Perseroan menyatakan menjalankan praktik environmental, social, and governance (ESG) sesuai standar internasional yang berlaku.

"Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060," tutup Baron.

Bagi pelaku pasar, realisasi emisi di atas target RKAP menjadi sinyal bahwa lini bisnis hijau Pertamina mulai punya kerangka pengukuran yang jelas, meski kontribusi keuntungannya belum diungkap dalam keterangan ini. Perkembangan proyek biofuel, panas bumi, dan CCS ke depan akan menjadi indikator apakah bisnis rendah karbon benar-benar naik kelas dari proyek percontohan menjadi sumber pendapatan yang material.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks