Pencarian

Telkomsel Bandingkan Jaringan 5G dan 4G, Ini Beda Kecepatan hingga Cakupan

Senin, 28 September 2026 • 15:20:01 WIB
Telkomsel Bandingkan Jaringan 5G dan 4G, Ini Beda Kecepatan hingga Cakupan
Telkomsel memaparkan perbandingan kecepatan dan cakupan jaringan 5G dan 4G.

SULAWESI BARAT — Telkomsel memaparkan perbandingan jaringan 5G dan 4G, mulai dari kecepatan unduh teoretis hingga 750 Mbps untuk mobile sampai perbedaan cakupan yang masih didominasi 4G. Operator ini menjadi yang pertama menggelar 5G di Indonesia sejak 27 Mei 2021 setelah mengantongi SKLO dari Kominfo. Perbandingan ini penting bagi pengguna yang ingin beralih ke 5G sekaligus memahami keterbatasan jangkauannya saat ini.

Jaringan 5G Telkomsel menawarkan kecepatan unduh teoretis hingga 400 Mbps untuk layanan Orbit dan 750 Mbps untuk mobile pada tahap awal peluncuran komersialnya. Meski begitu, pengalaman unduh rata-rata di lapangan berkisar 100 Mbps hingga 250 Mbps, bergantung pada kualitas sinyal, kemampuan perangkat 5G yang dipakai, dan kepadatan pelanggan di lokasi tersebut.

Angka itu jauh melampaui kemampuan 4G LTE yang selama ini menjadi tulang punggung layanan internet seluler di Indonesia. Namun, keunggulan 5G tidak hanya soal kecepatan. Ada sejumlah perbedaan mendasar yang perlu dipahami pengguna sebelum memutuskan beralih jaringan.

Kecepatan Internet: 5G Klaim Lebih Tinggi, tapi Bergantung Sinyal

Secara teori, 5G mampu mencapai data rate lebih cepat, latensi lebih rendah, dan kerapatan koneksi lebih banyak dibanding 4G LTE. Teknologi ini merupakan evolusi dari 4G, bukan sekadar peningkatan kecepatan biasa.

Penambahan spektrum hasil lelang 700 MHz dan 2,6 GHz memberi operator kapasitas lebih besar untuk menghadirkan layanan 5G yang lebih cepat, stabil, dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Frekuensi 700 MHz punya karakteristik jangkauan luas sehingga efektif memperluas layanan ke daerah yang belum terjangkau optimal.

Sementara frekuensi 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar untuk layanan 5G berkecepatan tinggi di kawasan padat penduduk maupun pusat aktivitas ekonomi. Kombinasi kedua pita frekuensi itu diharapkan mempercepat pemerataan layanan 5G di Indonesia.

Teknologi yang Digunakan: 4G untuk Harian, 5G untuk Industri

Jaringan 4G masih sangat memadai untuk aktivitas sehari-hari seperti streaming video, media sosial, hingga video conference. Namun, 5G menghadirkan latensi lebih rendah, kapasitas jaringan lebih besar, serta mampu menghubungkan jauh lebih banyak perangkat secara bersamaan.

Kemampuan tersebut membuat 5G menjadi fondasi berbagai layanan masa depan seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), edge computing, kendaraan otonom, hingga otomasi industri. Pemanfaatan 5G saat ini tidak lagi hanya berfokus pada akses internet cepat di smartphone.

Contohnya, penggunaan jaringan 5G untuk smart factory, smart mining, smart port, hingga berbagai kebutuhan industri yang membutuhkan komunikasi data secara real-time. Untuk kebutuhan sehari-hari, 5G Telkomsel memungkinkan menonton video 4K/8K tanpa buffering dan transfer berkas cloud berukuran besar secara instan.

Cakupan Jaringan: 4G Masih Terluas, 5G Fokus di Area Padat

Hingga saat ini, jaringan 4G masih menjadi layanan dengan cakupan paling luas di Indonesia. Telkomsel sendiri memfokuskan kualitas dan performa tinggi atau Hyper 5G di lokasi-lokasi dengan trafik data padat atau area yang membutuhkan teknologi tingkat lanjut.

Komdigi menyebutkan adopsi internet cepat di Tanah Air masih di bawah 10 persen. Kehadiran tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi momentum penting untuk mempercepat ekspansi sinyal 5G ke depannya.

Strategi Hyper 5G itu menjadikan Telkomsel sebagai penyedia jaringan 5G terluas di Indonesia. Namun, pengguna di daerah dengan trafik rendah kemungkinan masih akan mengandalkan 4G untuk waktu yang lama.

Sejarah Peluncuran 5G Telkomsel

Telkomsel tercatat sebagai operator seluler pertama di Indonesia yang menggelar jaringan 5G. Peluncuran dilakukan pada 27 Mei 2021 setelah perusahaan mengantongi Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 24 Mei 2021.

Peluncuran itu menandai masuknya jaringan generasi terbaru ke pasar Indonesia sejak 2021. Sejak saat itu, jaringan 5G terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan industri terhadap konektivitas lebih cepat dan andal.

Telkomsel mengusung slogan "Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa" untuk menggambarkan layanan 5G-nya. Slogan itu menegaskan posisi 5G sebagai jaringan yang menyatukan konektivitas cepat dengan layanan digital pintar.

Apakah 4G Akan Ditinggalkan?

Berdasarkan penjelasan Telkomsel, 4G belum akan ditinggalkan dalam waktu dekat. Jaringan ini masih menjadi layanan dengan cakupan paling luas dan tetap memadai untuk aktivitas harian mayoritas pengguna di Indonesia.

Peralihan ke 5G lebih bersifat bertahap, mengikuti ketersediaan spektrum, kesiapan perangkat, dan penyebaran infrastruktur di tiap wilayah. Pengguna yang ingin merasakan 5G perlu memastikan perangkatnya mendukung jaringan tersebut dan berada di area yang sudah tercover sinyal 5G Telkomsel.

Seiring perluasan jangkauan dan bertambahnya spektrum, adopsi 5G di Indonesia diperkirakan meningkat. Namun, kombinasi 4G dan 5G kemungkinan akan menjadi kenyataan jaringan seluler di Tanah Air untuk beberapa tahun ke depan.

Follow www.halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks