SULAWESI BARAT — Inggris menelan kekalahan dari Spanyol di Wembley setelah dua kesalahan bek dan penalti Harry Kane yang gagal. Lamine Yamal membuka keunggulan cepat, lalu dua gol beruntun Spanyol memastikan Thomas Tuchel pulang dengan tangan kosong.
Laga uji coba internasional di Wembley berjalan pahit bagi Inggris. Marc Guéhi melakukan kesalahan yang membuka jalan bagi Lamine Yamal mencetak gol cepat, dan dua gol beruntun Spanyol membuat tuan rumah kehilangan kendali pertandingan. Thomas Tuchel, yang baru menangani Inggris, harus menerima kenyataan pahit di kandang sendiri.
Kekalahan ini menambah catatan buruk Inggris melawan tim-tim berteknik tinggi. Barney Ronay dari The Guardian menyebut ada pola yang mulai terbentuk: Inggris selalu tampak dekat, lalu kehilangan kendali, dan gagal memegang lini tengah. Dua gol krusial Spanyol lahir dari pemain pengganti yang dimasukkan Luis de la Fuente, bukan dari starting XI.
Blunder Guéhi dan Gol Cepat Yamal
Marc Guéhi salah mengantisipasi bola, membiarkan Lamine Yamal masuk ke kotak penalti dan mencetak gol pembuka. Kesalahan itu mengubah tempo pertandingan. Inggris yang bermain di depan pendukung sendiri justru kehilangan inisiatif.
Spanyol menambah keunggulan lewat dua gol beruntun yang membuat pertahanan Inggris kewalahan. Dua gol itu lahir dari skema serangan cepat yang melibatkan pemain pengganti. De la Fuente terbukti jeli membaca situasi.
Penalti Kane Gagal, Peluang Inggris Pupus
Harry Kane mendapat kesempatan emas dari titik penalti. Eksekusinya gagal, dan peluang Inggris untuk bangkit sirna. Kegagalan itu menjadi momen paling menyakitkan bagi tuan rumah.
Tuchel menyaksikan dari pinggir lapangan saat timnya kesulitan menembus pertahanan Spanyol. Meski Inggris tampil lebih baik dibanding laga sebelumnya di Atlanta, hasil akhir tetap sama: kalah.
Pulis: Saya Merasa Dicurangi
Di sisi lain, Tony Pulis angkat bicara soal gelar FA Cup 2011 yang direbut Manchester City. Pulis merasa dicurangi setelah City dinyatakan bersalah atas hampir semua dari 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan Premier League.
Yaya Touré mencetak gol kemenangan 1-0 untuk City di final 2011, trofi pertama sejak pengambilalihan klub oleh Abu Dhabi pada 2008. Laga itu menjadi satu-satunya final FA Cup dalam sejarah Stoke.
"Ketika kami mendapatkan FA Cup kami?" tulis Pulis dalam kolomnya di BBC Sport, mengutip pertanyaan yang sering dia dengar dari fans Stoke. "Saya berpikir persis sama. Meski prosesnya masih jauh dari selesai karena Manchester City diperkirakan akan mengajukan banding, saya harus katakan putusan ini dan seluruh situasinya meninggalkan rasa asam di mulut saya."
Pulis tidak berharap City menelepon dan mengembalikan trofi FA Cup 2011 beserta medali juara. Dia juga tidak yakin trofi dan gelar lain akan dikembalikan. Pengurangan poin dan denda besar dinilai lebih mungkin terjadi.
Irlandia Tetap Main, Kiper Bazunu Mogok
Laga Nations League antara Irlandia dan Israel tetap digelar di Debrecen, Hungaria, setelah mayoritas pemain Irlandia memilih untuk bermain. Pertandingan berlangsung tanpa kehadiran penggemar Irlandia.
Kiper Gavin Bazunu menolak tampil sebagai bentuk protes terhadap apa yang disebutnya "pembunuhan orang-orang tak berdosa". Jimmy Dunne didaftarkan sebagai kiper cadangan menggantikan Bazunu, sementara Caoimhin Kelleher tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Pelatih Irlandia Heimir Hallgrimsson mengaku menyesali pilihan katanya sebelumnya soal "bermain melawan genosida". Dia menyebut kata itu terlalu kuat. "Itu kata yang salah untuk saya gunakan," ujarnya.
Pemain Irlandia akan mengenakan ban lengan hitam sebagai penghormatan bagi korban jiwa dalam konflik di Gaza. Mereka juga tidak akan mengikuti beberapa elemen seremoni prapertandingan, termasuk jabat tangan dan pertukaran panji.