BRI Buka Investasi Reksa Dana via BRImo, Investor Pasar Modal Tembus 31,14 Juta

Penulis: Qodri Anwar  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:48:31 WIB
Nasabah bertransaksi melalui aplikasi BRImo di salah satu kantor BRI.

SULAWESI BARAT — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membuka akses pembelian reksa dana langsung melalui aplikasi BRImo, seiring jumlah investor pasar modal domestik yang kini mencapai 31,14 juta orang. Layanan ini menyasar nasabah yang ingin menyiapkan dana sesuai tujuan finansial, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing. Lewat kanal digital itu, BRI berperan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana, sementara pengelolaan portofolio tetap di tangan Manajer Investasi.

Jumlah investor pasar modal domestik menyentuh 31,14 juta orang. Angka itu tercatat dalam siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (7/9/2026), menandai makin terbukanya akses masyarakat ke instrumen investasi. Bagi BRI, lonjakan tersebut menjadi pijakan untuk menempatkan reksa dana sebagai salah satu layanan di dalam BRImo, aplikasi yang selama ini lebih dikenal sebagai kanal transaksi perbankan.

Langkah itu bukan tanpa alasan. Setiap nasabah punya tujuan finansial yang berbeda, ada yang menyiapkan dana untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan, ada pula yang membangun aset jangka panjang. Karena itu, memilih instrumen hanya berdasar tren atau potensi imbal hasil dinilai tidak cukup.

Apa Itu Reksa Dana dan Siapa yang Mengelolanya

Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana investor untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Dengan skema itu, investor tidak perlu mengurus satu per satu aset di dalam portofolio. Pengelolaan dilakukan Manajer Investasi mengikuti kebijakan dan strategi masing-masing produk.

Namun, reksa dana bukan instrumen tunggal dengan karakter seragam. Ada reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham. Perbedaan komposisi aset membuat karakteristik risiko dan potensi fluktuasinya berbeda-beda.

Pada layanan reksa dana BRI, perseroan bertindak sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana. Artinya, reksa dana bukan produk bank, dan pengelolaan portofolio tetap menjadi tanggung jawab Manajer Investasi sesuai kebijakan investasi tiap produk.

Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Investor

OJK dalam Peraturan OJK Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penilaian Reksa Dana dan Penilaian Manajer Investasi menyebut perkembangan jumlah investor reksa dana turut didukung digitalisasi pemasaran dan penjualan secara daring. Regulasi yang sama juga mengingatkan bahwa keputusan investasi tidak semestinya hanya berpijak pada imbal hasil yang diharapkan.

Risiko dan karakteristik produk mesti jadi perhatian. Salah satu caranya dengan mempelajari prospektus serta fund fact sheet sebelum membeli. Lewat dokumen itu, calon investor bisa memahami kebijakan investasi, komposisi aset, hingga perkembangan kinerja produk.

Kinerja historis pun sebaiknya dipakai sebagai bahan pertimbangan, bukan jaminan bahwa hasil serupa akan terulang di masa mendatang.

Tiga Pertimbangan Sebelum Memilih Produk

Setelah memahami karakter produk, langkah berikutnya adalah mencocokkannya dengan kebutuhan. Pertama, tentukan tujuan investasi. Dana yang mungkin dipakai dalam waktu dekat butuh pertimbangan berbeda dengan dana yang disiapkan untuk rencana beberapa tahun ke depan.

Kedua, perhatikan horizon investasi atau berapa lama dana dapat ditempatkan. Semakin jelas jangka waktunya, semakin mudah investor mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan kemampuannya menghadapi perubahan nilai investasi.

Ketiga, kenali profil risiko. Setiap orang punya tingkat kenyamanan berbeda terhadap fluktuasi. Dua investor dengan tujuan sama sekali pun belum tentu memilih produk reksa dana yang identik.

Ketiga pertimbangan itu bisa dipakai untuk menelaah karakter berbagai jenis reksa dana, dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, sampai saham. Dengan pendekatan tersebut, memilih reksa dana tidak berhenti pada pertanyaan produk mana yang berkinerja tertinggi, melainkan seberapa sesuai karakter produk dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko investor.

Reksa Dana Kini Bisa Dibeli lewat BRImo

BRI menyediakan akses investasi reksa dana melalui BRImo agar nasabah dapat mempelajari pilihan produk yang tersedia setelah mengenali tujuan dan profil risikonya. Layanan ini memperluas fungsi aplikasi tersebut, dari sekadar alat transaksi menjadi kanal perencanaan finansial.

Bagi industri, langkah BRI menambah kanal distribusi reksa dana di tengah basis investor ritel yang terus tumbuh. Bagi nasabah, pilihan instrumen jadi lebih dekat, meski tetap menuntut kejelasan tujuan dan kesadaran risiko sebelum dana ditempatkan.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top