MAMASA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Kole, Desa Rambu Saratu, Kecamatan Mamasa, memicu operasi penyelamatan darurat. Empat warga yang hendak membantu pemadaman justru terdesak hembusan angin kencang dan berlindung di bangunan sekolah yang baru didirikan.
Api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.30 WITA. Kobaran membakar area perbukitan lahan non-produktif seluas kurang lebih lima hektare yang didominasi semak belukar dan pepohonan pinus.
Situasi berubah mencekam pada pukul 18.00 WITA. Hembusan angin kencang membuat api membesar dan menjalar cepat ke arah Dusun Pa'to.
Empat petani yang semula berniat membantu pemadaman terjebak kepungan api. Mereka berlindung di dalam bangunan sekolah sebelum personel Polri dan BPBD Mamasa menerobos area kebakaran.
Pada pukul 18.30 WITA, tim berhasil menjangkau titik evakuasi. Seluruh korban dikeluarkan dari cengkeraman api tujuh menit kemudian.
"Proses evakuasi berhasil dituntaskan pada pukul 18.37 WITA. Seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat tanpa luka sedikit pun," terang perwakilan Humas Polres Mamasa.
Identitas keempat warga yang diselamatkan yakni Bonga Langi (64), Demianus (44), Semel (53), dan Abner (34). Seluruhnya berprofesi sebagai petani setempat.
Mereka dievakuasi dalam kondisi sadar dan tidak memerlukan perawatan lanjutan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka bakar dalam insiden ini.
Hingga Jumat malam, tim gabungan masih berjibaku memadamkan sisa-sisa titik api. Upaya dilakukan secara manual karena medan perbukitan tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran.
Kondisi topografi yang curam dan jauh dari akses jalan membuat petugas mengandalkan peralatan sederhana serta bantuan warga sekitar.
Kepolisian menduga pemicu karhutla berasal dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan lanjutan.
Penyelidikan diarahkan untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan dalam praktik pembakaran lahan tersebut. Polres Mamasa belum menyampaikan apakah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.