Iberseries 2026 Madrid Soroti AI, Microdrama, dan M&A Industri Konten

Penulis: Rendi Kusuma  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 15:34:01 WIB
Peserta menghadiri Iberseries & Platino Industria 2026 di Matadero, Madrid.

SULAWESI BARAT — Iberseries & Platino Industria 2026 di Madrid menutup edisi keenam dengan sorotan pada ledakan microdrama vertikal, gelombang adopsi AI, dan manuver merger-akuisisi di industri konten berbahasa Spanyol dan Portugis. Ajang yang digelar di Matadero—bekas rumah potong hewan yang kini jadi pusat budaya dan acara—itu mempertemukan pelaku industri dari Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Serikat. Salah satu sesi paling ramai membahas lonjakan format vertikal yang kini dilirik studio-studio Hollywood.

Pembicara dari platform microdrama DramaBox menyebut masuknya studio besar ke ruang vertikal justru akan memperbesar pasar, bukan menggerus pemain yang sudah ada. Diskusi bertajuk "Vertical & Viral: The Rise of Microdrama" menjadi salah satu panel paling padat di Matadero sepanjang pekan.

Selain microdrama, topik co-production antara Eropa dan Amerika Latin serta strategi audiens berbasis data juga mendominasi agenda. Nama King Charles III dan Ozzy Osbourne sempat muncul dalam sesi analisis audiens, meski bukan sebagai bintang tamu.

Microdrama Vertikal Makin Dilirik Studio Besar

Marcela Kartaszewicz, head of communications DramaBox, menyambut baik dorongan Hollywood ke format vertikal. Menurutnya, kehadiran pemain besar akan mengangkat seluruh ekosistem industri.

"A lot of studios are jumping into the vertical space," ujarnya dalam panel tersebut. "The more, the merrier."

Meski permintaan penonton terhadap microdrama terus naik, Kartaszewicz mengingatkan satu aturan dasar industri hiburan yang tak berubah. "Content is king," tegasnya. "It has been. It is. It will always be."

Genre yang paling populer sejauh ini mencakup kisah LGBTQ+ dan cerita cinta young adult dengan rentang usia berbeda. Kartaszewicz memprediksi thriller akan jadi gelombang berikutnya, seiring masuknya trope thriller ke dalam naskah microdrama.

Berapa Biaya Produksi Microdrama?

Sasha Tkachenko, head of studio My Drama by Holywater Tech, membeberkan rentang biaya produksi yang sangat bergantung pada lokasi syuting. Untuk Eropa Timur, biaya bisa ditekan mulai dari 80 ribu hingga 120 ribu, sementara di Amerika Serikat angkanya melonjak antara 120 ribu hingga 250 ribu. Los Angeles menjadi lokasi paling mahal.

Produksi microdrama umumnya berjalan minimal 55 episode dengan durasi tayang sekitar 60 menit. Tkachenko juga menyebut pihaknya mendatangkan aktor dari Inggris atau AS jika diperlukan.

Dari sisi perilaku penonton, Pedro Lopes, director general of content SPi Portugal, mengungkap pola khas: penonton biasanya menyelesaikan lima episode pertama lalu berpindah ke judul lain. Meski begitu, semua perwakilan platform microdrama di Iberseries yakin ruang vertikal masih punya ruang tumbuh besar.

Spanyol sebagai Jembatan Eropa-Amerika Latin

Sesi lain menyoroti posisi Spanyol sebagai poros transatlantik. Gloria Saló dan Lucía Gómez dari firma riset GECA memaparkan data 2023-2026 yang menunjukkan 134 co-production antarnegara Eropa, didominasi proyek Prancis-Belgia dengan porsi 41 persen dari total co-pro internasional.

Sebaliknya, co-production Eropa-Amerika Latin hanya tercatat 18 proyek atau 6 persen, dipimpin kerja sama Spanyol-Meksiko dan Spanyol-Argentina. Keduanya menyebut co-production Spanyol-Portugal sebagai area "subur" yang belum tergarap maksimal.

Topik serupa mengemuka dalam panel "Breaking Rules: The Co-Production Landscape" yang menghadirkan Iris Bucher (Quad Drama, Prancis), Peter Lohner (Beta Film, Jerman), Nathalie Perus (Atlantique Productions, Prancis), Femke Wolting (Submarine, Belanda), dan Alfredo Bermúdez de Castro Berbel (Secuoya Studios, Spanyol).

"We wish we would do more with the Spanish broadcasters as well," kata Bucher. "As Europe, we need to have a voice. So for now, big countries for co-productions are France, Germany, Italy, but I think we all wish we could work more with Spain, not just shoot there."

Data Audiens dan Nama Kejutan di Sesi Analisis

Ingke Purrmann, co-founder dan chief revenue officer JustWatch Media, menekankan bahwa analisis audiens tidak bisa hanya bersandar pada demografi. Sesi ini sempat memunculkan nama King Charles III dan Ozzy Osbourne sebagai contoh bagaimana perilaku penonton lintas generasi bisa dibaca dari data, bukan sekadar asumsi usia.

Edisi keenam Iberseries & Platino Industria sendiri resmi berakhir pada Jumat, menutup rangkaian pitch, panel, dan networking yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara.

Bagi pasar konten berbahasa Spanyol dan Portugis, sinyal dari Madrid cukup jelas: format vertikal dan co-production lintas benua akan jadi medan pertempuran berikutnya, dengan AI dan konsolidasi bisnis menambah lapisan baru pada cara industri ini beroperasi.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Genre microdr?
ma apa yang paling populer saat ini? A: Genre paling populer sejauh ini mencakup kisah LGBTQ+ dan cerita cinta young adult dengan rentang usia berbeda, sementara thriller diprediksi menjadi gelombang berikutnya.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top