SULAWESI BARAT — Pasangan voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman, melaju ke final Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, dan tinggal selangkah dari medali emas yang belum pernah diraih Indonesia. Keduanya akan menghadapi wakil Qatar, Cherif Samba/Ahmed Janko, pada partai puncak Sabtu (3/10) di Hekinan Ryokuchi Beach Court. Sepanjang sejarah Asian Games, Indonesia belum sekali pun menyumbang emas dari cabang voli pantai.
Bintang/Sofyan memastikan tiket final setelah menyingkirkan pasangan Jepang, Kota Kurosawa/Taito Mizumachi, dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-18, Kamis (1/10). Kemenangan itu membuat Indonesia kembali menempatkan wakilnya di partai puncak voli pantai putra Asian Games.
Di sisi lain, Cherif/Ahmed melaju ke final usai mengalahkan pasangan Thailand Parovid Taovato/Pithak Tipjan, juga lewat dua set langsung, 23-21 dan 21-12.
Indonesia belum pernah mengoleksi medali emas voli pantai sepanjang sejarah Asian Games. Pencapaian terbaik adalah tiga medali perak, dan yang terakhir diraih pada Asian Games 2018 saat berlangsung di Jakarta-Palembang.
Tiga perak itu disumbang Ade Candra/Muhammad Ashfiyadi pada 2018, Agus Salim/Koko Prasetyo pada 2002, serta Agus Salim/Irilkhun Sofan pada 1998. Artinya, final di Aichi menjadi peluang emas untuk memutus catatan tersebut.
Pelatih voli pantai putra Indonesia, Andi Ardiansyah, menyadari lawan yang menanti bukan pasangan sembarangan. Cherif/Ahmed merupakan peraih medali perunggu Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.
"Memang berat [pertandingan final melawan pasangan Qatar]. Mereka meraih perunggu Olimpiade 2020. [Indonesia] Tidak gentar. Gas terus," kata Andi dalam rilis resmi PBSI, Kamis (1/10).
Meski begitu, Andi menegaskan timnya tidak gentar menghadapi pengalaman Olimpiade milik lawan. Modal kepercayaan diri itu datang dari performa solid Bintang/Sofyan sepanjang turnamen.
Andi menilai Bintang/Sofyan sempat kesulitan menghadapi pasangan Jepang pada laga semifinal. Namun, keduanya mampu membaca permainan lawan dengan lebih baik pada set berikutnya.
"Set pertama agak kesulitan lawan Jepang. Set kedua dapat membaca permainan Jepang. Namun, blok-blok anak-anak berjalan dengan baik. Kunci kemenangan memang ada di blok," ujarnya.
Blok menjadi senjata utama yang membawa Indonesia melewati hadangan tuan rumah. Jika pola permainan itu bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin pasangan Qatar yang berpengalaman di level Olimpiade bisa ditumbangkan.
Bintang/Sofyan kini hanya berjarak satu kemenangan dari medali emas. Menaklukkan Cherif/Ahmed menjadi syarat mutlak untuk menutup perjalanan Asian Games 2026 dengan pencapaian tertinggi sekaligus mencetak sejarah sebagai peraih emas pertama Indonesia di voli pantai putra.
Final Asian Games 2026 ini menjadi panggung bagi Bintang/Sofyan untuk mengukir nama di pesta olahraga Asia. Bagi Indonesia, emas dari voli pantai akan menjadi capaian bersejarah yang belum pernah terwujud sejak cabang ini dipertandingkan.