MAJENE — Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, melepas para passandeq untuk memulai etape kedua perlombaan perahu tradisional tersebut. Pendampingan dilakukan Danlanal Mamuju Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara di Pantai Pamboang, Kabupaten Majene.
Pelepasan ditandai tepat pukul 08.00 Wita di tengah kondisi cuaca laut yang menantang. Angin kencang dan ombak tinggi langsung menyambut peserta begitu aba-aba start diberikan.
Perahu Surya Persada dihantam angin keras sesaat setelah start. Perahu Mandala mengalami kerusakan pada bagian struktur hingga patah.
Meski demikian, para awak kedua perahu tetap melanjutkan perlombaan. Pantauan di lokasi menunjukkan ketangkasan para passandeq menjaga keseimbangan perahu kayu langsing agar tidak terbalik saat diterjang angin dan gelombang.
Syamsul Samad menyampaikan etape kali ini menyajikan medan yang jauh lebih berat dibanding etape Sendana–Pamboang sebelumnya. Jarak tempuh rute meningkat hingga tiga kali lipat.
"Tantangan hari ini cukup berat karena rutenya lebih panjang tiga kali lipat dibandingkan rute sebelumnya. Kita harap perjalanan berjalan lancar dan para passandeq bisa sampai dengan selamat," ujarnya.
Ajang kali ini mencatatkan momen bersejarah karena menjadi pertama kalinya 80 perahu sandeq berlayar dan berlaga secara bersamaan. Puluhan perahu tradisional berjejer rapi di sepanjang perairan pantai yang jernih bergradasi biru-turkuois di bawah langit pagi yang cerah.
Setiap perahu membentangkan layar putih segitiga khasnya yang dihiasi corak, logo, dan motif berwarna-warni. Sesaat setelah aba-aba pelepasan diberikan, angin kencang mendorong layar-layar hingga membentang kencang.
Perahu-perahu sandeq melaju cepat membelah ombak, meninggalkan buih-buih putih di permukaan air.
Di tepi pantai pasir putih, warga dan penonton berkumpul menyaksikan momen langka ini. Beberapa warga terlihat mengabadikan pemandangan puluhan layar yang mengarungi lautan lepas menggunakan ponsel mereka.
Sorak-sorai kemeriahan terdengar dari darat mengiringi perjalanan para passandeq yang terus bergerak menjauh menuju garis finis etape kedua.