JAKARTA — Kapitalisasi pasar kripto global masih jauh lebih kecil dibandingkan pasar aset tradisional seperti saham. Kondisi itu membuat ruang pertumbuhan industri aset digital tetap terbuka, meski cara bermainnya dinilai sudah bergeser dari siklus sebelumnya.
Pandangan itu disampaikan CEO sekaligus Founder FLOQ, Yudhono Rawis, dalam fireside session bertajuk "Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance" di ajang BINUS Crypto Week 2026, 25 September 2026. Ia tampil bersama Founder Crypstock, Andy Lynn, membahas arah industri kripto yang kian matang.
Yudho menyoroti perkembangan regulasi sebagai faktor penting yang bisa mendorong pertumbuhan industri ke depan. Kehadiran produk seperti spot crypto ETF, meluasnya penggunaan aset digital untuk pembayaran, hingga bertambahnya instrumen investasi berbasis kripto menunjukkan aset digital makin masuk ke sistem keuangan konvensional.
"Kalau kita melihat crypto market secara keseluruhan, skalanya masih jauh lebih kecil dibandingkan traditional equity market. Artinya, ruang pertumbuhannya masih ada. Tetapi fase berikutnya kemungkinan akan berbeda dengan periode sebelumnya, karena industrinya juga sudah semakin matang," kata Yudho.
Ia juga menyoroti tokenisasi sebagai perkembangan yang berpotensi mempertemukan aset tradisional dengan teknologi blockchain. Menurutnya, pasar tradisional akan terus tumbuh, tetapi blockchain membuka cara baru bagaimana aset diterbitkan, diperdagangkan, dan diakses investor.
"Tokenisasi menurut saya akan menjadi salah satu bagian penting dari masa depan industri ini. Traditional market juga akan terus bertumbuh, tetapi teknologi blockchain membuka cara baru bagaimana aset bisa diterbitkan, diperdagangkan, dan diakses oleh investor," jelasnya.
Diskusi turut menyoroti perubahan karakter pasar kripto, terutama pergerakan Bitcoin beberapa tahun terakhir. Pada fase awal industri, banyak investor masuk karena mengejar kenaikan harga dalam waktu singkat. Pendekatan itu dinilai perlu berubah seiring pasar yang makin matang.
"Future of crypto bukan lagi sekadar soal get rich quick. Peluang tetap ada, tetapi mungkin tidak akan semasif atau sesederhana siklus sebelumnya. Investor perlu lebih memahami fundamental, teknologi, regulasi, dan bagaimana industri ini berkembang dalam jangka panjang," ujar Yudho.
Ia menambahkan bahwa siapa pun yang ingin bertahan di industri aset digital perlu memiliki perspektif jangka panjang.
"Stay for the long game. Karena kita sekarang berada di fase baru industri. Banyak hal yang sedang dibangun dan mungkin dampaknya baru benar-benar terlihat dalam beberapa tahun ke depan," tambahnya.
Pandangan soal pentingnya memahami perubahan siklus pasar juga menjadi tema yang sebelumnya banyak dibawa Andy Crypstock dalam diskusi komunitasnya. Dalam agenda AMA bersama FLOQ sebelumnya, Andy membahas perubahan sentimen, capital rotation, market cycle, hingga risk management untuk memahami peluang di pasar kripto yang terus berubah.
Dalam konteks itu, investor dinilai perlu makin selektif melihat peluang. Strategi maupun narasi yang bekerja pada satu siklus pasar belum tentu menghasilkan pola yang sama pada siklus berikutnya. Andy juga menekankan pentingnya memahami pergerakan modal di antara berbagai segmen pasar, termasuk aset utama, altcoin, hingga aset berkapitalisasi lebih kecil.
Kehadiran FLOQ dan Crypstock di BINUS Crypto Week 2026 menegaskan pentingnya edukasi, terutama bagi generasi muda yang mulai mengenal aset digital sebagai bagian dari perkembangan industri keuangan. Bagi Yudho, meluasnya adopsi tidak cukup hanya didukung bertambahnya produk maupun akses terhadap aset kripto.
Pemahaman mengenai risiko, teknologi, dan dinamika pasar juga harus berkembang bersamaan.
"Semakin mature industrinya, semakin penting juga kualitas investornya. Bukan hanya tahu bagaimana membeli aset, tetapi memahami apa yang mereka beli, risikonya, dan apa yang sebenarnya sedang dibangun oleh industri ini," jelasnya.
Melalui sesi tersebut, FLOQ dan Crypstock mendorong generasi muda untuk melihat aset kripto tidak semata sebagai instrumen spekulatif, tetapi sebagai bagian dari transformasi teknologi dan sistem keuangan yang terus berkembang.
Dengan regulasi yang makin terbentuk, berkembangnya produk institusional, serta munculnya inovasi seperti tokenisasi aset, fase berikutnya dari industri kripto diperkirakan lebih banyak ditentukan oleh utilitas dan integrasinya dengan sektor keuangan yang lebih luas.