MAMUJU — Dukungan Lanal Mamuju terhadap Sandeq Silumba 2026 menyasar satu titik krusial: keselamatan peserta di lintasan perairan Majene dan Polewali Mandar. Cuaca, angin, dan gelombang laut menjadi tiga faktor yang paling diwaspadai sepanjang perlombaan. Pengawasan diperketat karena para peserta beraktivitas langsung di laut, bukan di jalur tertutup.
Lintasan Sandeq Silumba 2026 membentang di dua kabupaten pesisir Sulawesi Barat. Kondisi perairan di kawasan itu dikenal dinamis dan cepat berubah mengikuti musim. Lanal Mamuju mengambil porsi koordinasi dan pengawasan untuk mengantisipasi gangguan yang bisa menghentikan lomba di tengah jalan.
Peran TNI AL dalam kegiatan budaya semacam ini bukan hal baru. Sandeq Silumba mempertemukan pelaut-pelaut Mandar dengan perahu tradisional mereka di jalur yang sama dengan lalu lintas kapal lain. Pengawasan dari laut menjadi lapis pengaman tambahan selain panitia di darat.
Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara menyatakan dukungan jajarannya secara langsung. Menurut Danlanal Mamuju, keamanan serta keselamatan selama kegiatan berlangsung menjadi perhatian utama pihaknya.
Dukungan itu tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah, panitia pelaksana, dan TNI Angkatan Laut disebut berkolaborasi memastikan seluruh rangkaian Sandeq Silumba 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar.
Sandeq bukan sekadar perahu lomba. Bagi masyarakat Mandar, sandeq adalah warisan turun-temurun yang melekat pada kehidupan pesisir. Perlombaan ini menjaga tradisi itu tetap hidup di generasi sekarang.
Kehadiran sandeq dalam Sandeq Silumba 2026 juga menjadi jalan memperkenalkan kekayaan budaya bahari Sulawesi Barat ke khalayak lebih luas. Perahu dengan layar segitiga khas Mandar itu menjadi identitas yang sulit ditemukan di daerah lain.
Selain mengangkat tradisi maritim, Sandeq Silumba 2026 diharapkan menggerakkan sektor pariwisata di Majene dan Polewali Mandar. Masyarakat pesisir di dua kabupaten itu menjadi pihak yang paling merasakan dampak ekonominya.
Kolaborasi lintas pihak dinilai menentukan sukses tidaknya gelaran tahun ini. Dengan dukungan yang ada, Sandeq Silumba 2026 diharapkan memperkuat pelestarian budaya maritim sekaligus menegaskan sandeq sebagai salah satu identitas budaya Sulawesi Barat.