SULAWESI BARAT — Keputusan memesan puluhan unit kendaraan sebelum harga resmi diumumkan terdengar tidak lazim. Namun itulah yang dilakukan pengusaha jalan tol Jusuf Hamka di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Ia tercatat sebagai pemesan pertama Land Cruiser FJ di Indonesia, dan meminta Toyota memberi perlakuan khusus untuk pesanannya.
Dalam momen pemesanan di lounge Toyota GIIAS 2026, Hamka tidak main-main dengan permintaannya. Ia menegaskan bahwa unit pertama yang dikirim harus menjadi miliknya, bukan orang lain.
"Ingat ya, pas pertama (unitnya) dikirim, kalau orang lain yang lu kasih duluan, gue nggak jadi (beli). First come, first serve. Kita dateng ke sini, kita juga udah tekan SPK bareng Pak Menko," ujarnya.
Permintaan ini menegaskan bahwa baginya, kecepatan pengiriman jauh lebih penting daripada negosiasi harga. Bahkan saat ditanya soal kemungkinan diskon, ia dengan tegas menjawab, "Harga dapet diskon nggak? Delivery yang pertama, soal diskon nomor dua."
Selain soal waktu pengiriman, Hamka juga mengajukan permintaan spesifik soal warna kendaraan. Ia meminta unit-unit tersebut hadir dalam balutan warna putih dan hitam. Pilihan warna putih disebutnya identik dengan warna kesukaan Presiden Prabowo Subianto.
"Saya minta hitam dan putih. Kan warnanya Pak Prabowo, putih bersih," kata Jusuf Hamka.
Meski terdengar seperti detail kecil, permintaan warna ini menjadi catatan menarik karena menunjukkan preferensi pribadi yang kuat dari seorang kolektor. Warna putih juga kerap diasosiasikan dengan kesan resmi dan bersih, cocok untuk kendaraan yang digunakan dalam berbagai acara kenegaraan maupun operasional bisnis.
Salah satu hal yang membuat pemesanan ini unik adalah ketiadaan angka resmi. Toyota Indonesia belum mengumumkan harga jual Land Cruiser FJ untuk pasar lokal. Hamka sempat bertanya kepada petugas sales apakah SUV ini bisa dibanderol di kisaran Rp 800 jutaan, namun tidak mendapat jawaban pasti.
Sebagai gambaran, di Thailand Land Cruiser FJ dijual dengan harga sekitar 1,2 juta baht atau setara Rp 680 jutaan. Namun karena statusnya yang didatangkan utuh dari Thailand, alias completely built up (CBU), harga di Indonesia dipastikan akan berbeda. Biaya impor, pajak, dan margin dealer menjadi faktor yang membuat angka finalnya bisa melonjak signifikan.
Dari sisi bisnis, pesanan 61 unit adalah angka yang sangat besar untuk satu model baru. Volume sebesar ini bisa menjadi sinyal kuat bagi Toyota bahwa Land Cruiser FJ memiliki pasar yang sehat di Indonesia, terutama di kalangan konsumen premium dan kolektor.
Namun, permintaan untuk pengiriman prioritas juga menempatkan Toyota pada posisi yang rumit. Di satu sisi, memenuhi permintaan Hamka berarti menjaga hubungan baik dengan pelanggan korporat besar. Di sisi lain, hal ini berpotensi menimbulkan kecemburuan di antara konsumen lain yang sudah lebih dulu melakukan pemesanan secara reguler.
Yang perlu diperhatikan, pemesanan ini dilakukan di pameran, bukan melalui skema korporat formal. Keputusan Toyota untuk memberikan jalur prioritas akan menjadi ujian transparansi mereka terhadap konsumen umum.
Bagi pembaca yang tertarik membeli Land Cruiser FJ, ada beberapa catatan penting dari situasi ini:
Land Cruiser FJ memang sudah dipamerkan di Indonesia, namun belum benar-benar meluncur. Toyota masih menutup rapat informasi harga jualnya. Sampai ada pengumuman resmi, semua angka yang beredar hanyalah estimasi — termasuk yang disebutkan oleh Jusuf Hamka sendiri. Keputusan membeli tetap ada di tangan konsumen, dan sebaiknya menunggu konfirmasi resmi sebelum mengeluarkan investasi puluhan juta hingga miliaran rupiah.