Telkom Tanam 20 Ribu Mangrove di Jepara dan Manggarai Barat, Target Serap Karbon hingga Rumah Edukasi Warga

Penulis: Surya Dinata  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:38:31 WIB
Ratusan warga dan relawan menanam bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Kedungmalang, Jepara, untuk mencegah abrasi.

SULAWESI BARAT — Langkah ini bukan sekadar seremoni. Di Desa Kedungmalang, Jepara, sebanyak 10.000 bibit ditanam bersama warga dan pemerintah daerah karena kawasan itu mengalami abrasi cukup parah. Mangrove dibutuhkan sebagai benteng alami pelindung garis pantai. Di titik lain, Desa Golo Sepang, Manggarai Barat, 10.000 bibit serupa ditanam di area bernilai ekologis tinggi yang berdekatan dengan infrastruktur digital perusahaan.

Mangrove sebagai Benteng Alam dan Penyerap Karbon

TelkomGroup menilai ekosistem pesisir memiliki peran ganda: meredam risiko abrasi sekaligus menyerap emisi karbon. Kawasan ini juga menjadi penyangga keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasional dan jaringan telekomunikasi milik perusahaan.

Kegiatan ini melibatkan relawan dari Telkom selaku induk usaha, Telkom Regional III, anak usaha PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), serta PT Telkom Akses. Mereka bergerak di bawah payung program GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pilar Save Our Planet yang fokus pada mitigasi perubahan iklim.

Komitmen Keberlanjutan di Tengah Ekspansi Digital

EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, menegaskan setiap aktivitas operasional harus memberi nilai tambah bagi wilayah tempat mereka hadir. “Kami berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan,” ujarnya.

Senada, VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menyebut pembangunan teknologi dan kelestarian alam tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. “Kami percaya bahwa keberlanjutan harus tumbuh bersama kemajuan teknologi. TelkomGroup tidak hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga peduli terhadap kondisi alam, menjaga ekosistem, dan memberdayakan masyarakat,” katanya.

Rumah Edukasi Mangrove untuk Warga Pesisir

Setelah penanaman, TelkomGroup mengaktifkan Rumah Edukasi Mangrove di lokasi tersebut. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pembelajaran, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Warga setempat diharapkan mampu mengelola ekosistem pesisir secara mandiri dan memahami pentingnya menjaga hutan mangrove dalam jangka panjang.

Ruang ini juga menjadi tempat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain untuk mengembangkan kawasan pesisir yang lestari sekaligus menopang kesejahteraan ekonomi warga.

Program ini memperkuat rekam jejak TelkomGroup dalam pelestarian lingkungan. Dengan total 179.150 bibit mangrove yang ditanam sejak 2024, perusahaan ikut mendorong target pembangunan rendah karbon nasional dan menjaga keanekaragaman hayati di pesisir Indonesia.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: mettanews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top