Investor Kripto Indonesia Kian Selektif, Transaksi Tokenized US Stocks di Bittime Naik 2,5 Kali Lipat

Penulis: Puguh Triyono  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:20:01 WIB
Volume transaksi Tokenized US Stocks di Bittime naik 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

JAKARTA — Perilaku investor aset digital di Indonesia mengalami pergeseran. Mereka tidak lagi hanya berfokus pada mata uang kripto utama, tetapi juga mulai melirik instrumen lain yang menawarkan peluang pertumbuhan, termasuk saham global yang ditokenisasi.

Data internal Bittime menunjukkan lonjakan signifikan pada aktivitas perdagangan Tokenized US Stocks. Pada Juli 2026, volume transaksi naik 2,5 kali lipat dibandingkan Juni 2026. Lima produk yang paling banyak diminati adalah SPCXX, NVDAX, CRCLX, MSTRX, dan AAPLX.

Aset Kripto Utama Tetap Jadi Primadona

Meski minat terhadap aset global tumbuh, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan USDT masih mendominasi daftar transaksi pengguna di platform Bittime. Hal ini menunjukkan aset kripto utama tetap menjadi fondasi portofolio investor.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan investor saat ini lebih selektif dalam menentukan aset. Menurutnya, pasar yang berkembang membuat setiap investor memiliki strategi berbeda berdasarkan momentum dan kondisi pasar.

“Investor saat ini semakin selektif dalam menentukan aset yang ingin mereka transaksikan. Bitcoin dan Ethereum tetap menjadi aset utama yang banyak diperhatikan, tetapi investor juga mulai melihat peluang lain berdasarkan kondisi pasar, momentum, dan strategi masing-masing,” ujar Ryan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, baru-baru ini.

Respons Berbeda di Pasar Global

Fenomena selektivitas ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Laporan CoinShares pada Mei 2026 mencatat arus dana keluar (outflow) Bitcoin mencapai US$982 juta. Sementara itu, XRP dan Solana justru mencatatkan arus dana masuk masing-masing sebesar US$67,6 juta dan US$55,1 juta.

Perbedaan arah arus dana tersebut menjadi sinyal bahwa investor global pun tidak seragam dalam menyikapi setiap aset. Mereka tetap mencari peluang spesifik di tengah ketidakpastian pasar.

Dorong Ekosistem Aset Digital yang Lebih Luas

Ryan menambahkan, tren ini menjadi dorongan bagi Bittime untuk terus menghadirkan pilihan aset yang relevan bagi investor Indonesia dalam satu ekosistem. Kebutuhan investor untuk mengakses pasar global dinilai semakin beragam.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan investor dalam mengakses pasar juga semakin beragam. Mereka tetap menjadikan aset kripto utama sebagai bagian penting dari aktivitas transaksi, namun pada saat yang sama mulai mengeksplorasi instrumen lain yang dapat memberikan eksposur terhadap peluang di pasar global,” pungkas Ryan.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: mandarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top