MAMUJU — BI Sulbar tidak hanya bicara stabilitas moneter. Lembaga itu kini merangkul insan pers sebagai mitra strategis mengawal pertumbuhan ekonomi digital di bumi Manakarra. Salah satu wujudnya lewat pelatihan jurnalisme ekonomi digital yang digelar Rabu (29/1).
Kepala Perwakilan BI Sulbar Erdi Fiat Gumilang menyebut peran media sangat krusial di tengah perubahan era digital yang cepat. Wartawan, kata dia, tidak cukup hanya menyampaikan data, tetapi harus mampu mengemas narasi yang mendalam dan mudah dipahami publik.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap rekan-rekan jurnalis dapat menyajikan informasi ekonomi—khususnya terkait digitalisasi sistem pembayaran, inflasi, hingga pengembangan UMKM—dengan narasi yang lebih kuat, tajam, dan edukatif bagi masyarakat Sulbar," ujar Erdi.
Puluhan wartawan dari berbagai media di Sulbar mendapat sejumlah materi strategis. Isu digitalisasi keuangan daerah menjadi salah satu sorotan utama. Selain itu, edukasi soal transaksi non-tunai melalui QRIS juga dibahas secara teknis.
Para peserta menyambut positif inisiatif ini. Mereka mengaku kerap kesulitan menyederhanakan indikator ekonomi digital yang terkesan teknis. Pelatihan ini dinilai memberi wawasan baru agar ke depan berita ekonomi bisa disajikan lebih menarik dan solutif.
BI Sulbar berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan insan pers. Lembaga itu melihat wartawan sebagai mitra strategis dalam mengawal pertumbuhan ekonomi dan percepatan ekosistem digital di Sulawesi Barat.